Maumere-SuaraSikka.com: Pulang dari Jakarta Timur, Hendrikus Stephen Aswat ternyata tidak betah menjalankan karantina mandiri. Dia lebih senang jalan-jalan hingga tenggak moke, minuman tradisional di Kabupaten Sikka.
Warga masyarakat di Desa Persiapan Waturia Kecamatan Magepanda, mulai resah dengan kelakuan pemuda 23 tahun ini.
Melalui koordinasi dari tingkat desa hingga kecamatan, akhirnya Stephen — demikian panggilannya — dijemput Bidang Pencegahan Tim Satgas Covid Sikka, Senin (27/4).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Stephen tiba di Maumere pada Senin (13/4) melalui Bandara Frans Seda Maumere. Praktis dia hanya menjalankan karantina mandiri hingga Jumat (17/4). Selebihnya, sejak Sabtu (18/4), dia sudah mulai keluar dari rumah.
“Jalan-jalan saja dengan teman-teman. Kadang-kadang berkumpul dengan mereka, minum moke di dekat rumah,” ungkap dia.
Pemuda berambut ikal ini tidak menyampaikan apa alasannya sehingga tidak betah karantina mandiri. Padahal dia melaksanakan karantina mandiri di rumah sendiri, dengan fasilitas dan perhatian yang baik dari orang tua.
Frederikus Henriquez, Tim Bidang Pencegahan Satgas Covid Sikka kepada wartawan menjelaskan pihaknya tidak kesulitan menjemput pemuda ini.
Orang tua bersama warga sekitar sangat mendukung Stephen melaksanakan karantina pada lokasi karantina terpusat di Kator Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Sikka.
“Orang tua dan warga dukung tindakan Satgas Covid. Karena memang warga cukup resah akibat Stephen berkeliaran bebas di masa karantina. Dia sendiri kooperatif, jadi kami langsung jemput,” ujar Frederikus Henriquez yang juga Sekretaris Badan Kesbangpol Sikka kepada wartawan.
Stephen selama beberapa tahun ini bekerja pada sebuah perusahaan di Jakarta Timur. Dia mengaku kembali ke Maumere, karena sempat terjadi kesalahapahaman dengan pimpinannya.
Setiba di Bandara Frans Seda Maumere, Stephen telah mengisi data-data pada Kartu Kewaspadaan Kesehatan.
Petugas kesehatan di Bandara Frans Seda sudah menyampaikan kewajiban pelaku perjalanan untuk melaksanakan karantina mandiri di rumah masing-masing.*** (eny)















