Maumere-SuaraSikka.com: Warga Kabupaten Sikka yang reaktif Covid 19 berdasarkan hasil rapid test kini berjumlah 57 orang. Jumlah yang banyak ini bikin bingung pengiriman sampel swab ke Surabaya.
Pasalnya, sampai sekarang masih berlaku kebijakan penutupan sementara jalur udara. Akibatnya tim medis dan dokter belum melakukan swab terhadap 57 orang ini.
Jurubicara Satgas Covid Sikka Petrus Herlemus mengaku sudah menginformasikan kondisi ini kepada Bupati Sikka. Dia menyarankan Bupati Sikka koordinasi dengan Gubernur NTT.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Tadi malam (Minggu, 3/5, Red), saya sudah sampaikan Bupati. Karena ini reaktif sudah terlalu banyak, kita tidak bisa menunggu terlalu lama. Kita harus segera swab,” ujar dia kepada wartawan di Media Center di Kantor Dinas Kesehatan Sikka, Senin (4/5).
Petrus Herlemus menyarankan Bupati Sikka melakukan komunikasi dengan Gubernur NTT agar mendatangkan helikopter untuk menjemput sampel swab di Kabupaten Sikka.
“Mudah-mudahan komunikasi sudah berjalan, sehingga segera swab,” ujar dia lagi.
Alternatif lain, katanya, Sikka sedang menunggu alat cartridge PCR yang mampu membaca hasil laboratorium khusus virus corona.
“Kita butuh cartridge PCR. Kalau alat itu datang, kita butuh waktu 2-3 hari untuk untuk instslasi, dan setelah itu kita sudah bisa pemeriksaan swab di sini,” ujar dia.
Sebagaimana diketahui, sudah 57 orang yang divonis reaktif rapid test. Mereka dari tiga klaster yakni Lambelu, Gowa, dan Magetan.*** (eny)















