42 Paket Proyek di Sikka Dibatalkan

0
33
42 Paket Proyek di Sikka Dibatalkan
Suasana rapat dengar pendapat di Gedung DPRD Sikka, Selasa (12/5)

Maumere-SuaraSikka.com: Di tengah pandemi virus corona, terdapat 42 paket proyek yang terpaksa dibatalkan. Nilainya mencapai Rp 28,5 miliar, bersumber dari dana alokasi umum (DAU).

Informasi ini disampaikan Penjabat Sekretaris Daerah Kabupaten Sikka Wihelmus Sirilus, Selasa (12/5), dalam rapat dengar pendapat (RDP) bersama DPRD Sikka.

Dia mengatakan 42 paket proyek itu sudah sempat dilakukan proses pelelangan melalui online. Namun karena harus ada penyesuaian anggaran secara menyeluruh terkait penanganan virus corona, maka pemerintah membatalkannya.

Data yang dihimpun media ini, 42 paket proyek yang dibatalkan, tersebar pada 8 organisasi perangkat daerah (OPD).

Yang paling banyak yakni 29 paket di Dinas PUPR Sikka, menyusul 3 paket di Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman dan Pertanahan, dan 3 paket di Dinas Lingkungan Hidup.

Lalu 3 paket di Dinas Pengendalian Penduduk dan KB, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, 2 paket di Dinas Kesehatan, 1 paket di Dinas Perikanan, dan 1 paket di Dinas Koperasi Perdagangan dan UKM.

Dari 42 paket proyek yang dibatalkan, terdapat 38 paket yang sudah melaksanakan proses tender. Lalu 1 paket tender ulang, dan 3 paket yang sedang verifikasi dokumen tender.

Paket yang dibatalkan, nilai terkecil adalah Rp 201.082.000 yakni pembanguman saluran drainase pada ruas jalan Maumere-Nele di titik RT 001-RT 004, RT 005, RT 012, dan RT 013-RT 016.

Sementara yang terbesar senilai Rp 5 miliar yakni paket peningkatan jalan Bola-Hale.

Beberapa paket yang bernilai besar juga ikut dibatalkan. Seperti peningkatan jalan Wolofeo-Woloara Rp 1.301.940.355, peningkatan jalan Paga-Nuasede Rp 2.135.738.915.

Juga paket jalan Riipua-Nurangkliung Rp 2.453.450.000, dan peningkatan jalan Bola-Sikka Rp 1.172.075.000.*** (eny)

TINGGALKAN BALASAN

Silahkan ketik komentar anda
Silahkan ketik nama anda di sini