Maumere-SuaraSikka.com: Pulau Flores di wilayah Propinsi NTT kini sudah dikepung virus corona. Kabupaten Sikka, salah satunya, sedang dalam posisi terjepit.
Dari 8 kabupaten di Pulau Flores, sudah ada 3 kabupaten yang warganya dipastikan terpapar positip virus corona. Empat kabupaten itu yakni Manggarai Barat, Flores Timur, Nagekeo dan Ende.
Manggarai Barat awalnya menjadi kabupaten pertama di Pulau Flores yang diumumkan masuk zona merah. Dua orang dari Klaster Gowa.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Menyusul setelah itu diumumkan lagi Kabupaten Flores Timur. Kali ini 1 orang dari Klaster Lambelu. Dan beberapa hari lalu, Nagekeo mencatat 1 kasus.
Hari ini, Rabu (13/5), Jurubicara Satgas Covid NTT mengumumkan tambahan 12 orang terpapar positip. Sebarannya ada di Manggarai Barat, Ende, SoE yang sampel swab diperiksa di Laboratorium Kupang, dan Sumba Timur diperiksa di Laboratorium Jakarta.
Kabupaten Manggarai paling banyak dengan 9 kasus. Semuanya berasal dari Klaster Gowa. Ende dengan 1 kasus, juga dari Klaster Gowa.
Munculnya kasus positip corona dari Kabupaten Ende, kian menyulitkan posisi Kabupaten Sikka. Daerah ini menjadi terjepit, di antara Flores Timur, Nagekeo dan Ende.
Sikka telah mengirim 71 sampel swab ke Laboratorium di Kupang. Itu terdiri dari 47 sampel Klaster Lambelu, 21 sampel Klaster Gowa, 2 sampel Klaster Magetan, dan 1 sampel Klaster Meratus.
Sampai dengan hari ini belum ada kabar tentang hasil pemeriksaan sampel swab dari Sikka. Masyarakat Kabupaten Sikka sedang menunggu dalam ketidakpastian.*** (eny)















