Flores Dikepung Corona, Sikka Terjepit

Avatar photo

- Redaksi

Rabu, 13 Mei 2020 - 16:01 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

Dibaca 17 kali
facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Suasana pengambilan swab di Maumere, beberapa hari lalu

Suasana pengambilan swab di Maumere, beberapa hari lalu

Maumere-SuaraSikka.com: Pulau Flores di wilayah Propinsi NTT kini sudah dikepung virus corona. Kabupaten Sikka, salah satunya, sedang dalam posisi terjepit.

Dari 8 kabupaten di Pulau Flores, sudah ada 3 kabupaten yang warganya dipastikan terpapar positip virus corona. Empat kabupaten itu yakni Manggarai Barat, Flores Timur, Nagekeo dan Ende.

Manggarai Barat awalnya menjadi kabupaten pertama di Pulau Flores yang diumumkan masuk zona merah. Dua orang dari Klaster Gowa.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menyusul setelah itu diumumkan lagi Kabupaten Flores Timur. Kali ini 1 orang dari Klaster Lambelu. Dan beberapa hari lalu, Nagekeo mencatat 1 kasus.

Baca Juga :  BTT di Sikka Naik Seribu Persen Lebih, DPRD Ingatkan Potensi Pidana

Hari ini, Rabu (13/5), Jurubicara Satgas Covid NTT mengumumkan tambahan 12 orang terpapar positip. Sebarannya ada di Manggarai Barat, Ende, SoE yang sampel swab diperiksa di Laboratorium Kupang, dan Sumba Timur diperiksa di Laboratorium Jakarta.

Kabupaten Manggarai paling banyak dengan 9 kasus. Semuanya berasal dari Klaster Gowa. Ende dengan 1 kasus, juga dari Klaster Gowa.

Baca Juga :  Anak-Anak di Nitunglea-Palue Lewati 5 Titik Longsoran Ekstrim Demi Ambil Bantuan Sembako

Munculnya kasus positip corona dari Kabupaten Ende, kian menyulitkan posisi Kabupaten Sikka. Daerah ini menjadi terjepit, di antara Flores Timur, Nagekeo dan Ende.

Sikka telah mengirim 71 sampel swab ke Laboratorium di Kupang. Itu terdiri dari 47 sampel Klaster Lambelu, 21 sampel Klaster Gowa, 2 sampel Klaster Magetan, dan 1 sampel Klaster Meratus.

Sampai dengan hari ini belum ada kabar tentang hasil pemeriksaan sampel swab dari Sikka. Masyarakat Kabupaten Sikka sedang menunggu dalam ketidakpastian.*** (eny)

Berita Terkait

Wali Kota Kupang Serahkan Bantuan Rp 200 Juta dan 500 Paket Sembako untuk Korban Gempa di Sikka
Dana Desa di Sikka Anjlok Setengah Bagian, Pelayanan Tidak Optimal
BNPB Komitmen Percepat Proses Rehab-Rekon Pascagempa Bumi Tektonik di Flores, Rumah Rusak Mencapai 77.912 Unit
Dentuman Keras, Dikira Gempa Susulan, Ternyata Gunung Lewotobi Erupsi Lagi
Belanja Modal Anjlok Rp 12 Miliar Lebih, Infrastruktur Jalan Bakal Jadi Korban
Seng Bantuan untuk Warga Terdampak Erupsi Gunung Lewotobi Ukuran Tipis, Tidak Layak Jadi Atap Rumah
100 Rombel pada 22 Sekolah di Sikka Harus Belajar di Tenda Darurat, SMPN 1 Maumere Pindah ke SKB
Pilkades Serentak Ditunda Tahun 2027, Sikap Bupati Sikka Plin-Plan

Berita Terkait

Jumat, 28 Agustus 2026 - 11:56 WITA

Wali Kota Kupang Serahkan Bantuan Rp 200 Juta dan 500 Paket Sembako untuk Korban Gempa di Sikka

Jumat, 28 Agustus 2026 - 10:37 WITA

Dana Desa di Sikka Anjlok Setengah Bagian, Pelayanan Tidak Optimal

Kamis, 27 Agustus 2026 - 16:01 WITA

BNPB Komitmen Percepat Proses Rehab-Rekon Pascagempa Bumi Tektonik di Flores, Rumah Rusak Mencapai 77.912 Unit

Kamis, 27 Agustus 2026 - 12:12 WITA

Dentuman Keras, Dikira Gempa Susulan, Ternyata Gunung Lewotobi Erupsi Lagi

Kamis, 27 Agustus 2026 - 11:15 WITA

Belanja Modal Anjlok Rp 12 Miliar Lebih, Infrastruktur Jalan Bakal Jadi Korban

Rabu, 26 Agustus 2026 - 21:20 WITA

100 Rombel pada 22 Sekolah di Sikka Harus Belajar di Tenda Darurat, SMPN 1 Maumere Pindah ke SKB

Rabu, 26 Agustus 2026 - 19:04 WITA

Pilkades Serentak Ditunda Tahun 2027, Sikap Bupati Sikka Plin-Plan

Rabu, 26 Agustus 2026 - 10:35 WITA

PMKRI Maumere, Timika, Mataram dan Solidaritas Pemuda-Pemudi NTB Salurkan Bantuan untuk Lansia Terdampak Gempa Flores

Berita Terbaru