Maumere-SuaraSikka.com: Komunitas sopir ikan di Maumere mengancam akan menghadang distribusi logistik dari Maumere ke Kabupaten Ngada.
Hal ini bakal dilakukan sebagai ungkapan kekecewaan atas perilaku Satgas Covid Ngada di perbatasan Kabupaten Negekeo dan Ngada.
“Kami akan blokade semua kendaraan yang membawa logistik ke Ngada,” ujar Lambertus Sino, salah seorang sopir ikan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Lambertus Sino mengatakan kendaraan logistik yang menjadi target penghadangan adalah kendaraan pengangkut BBM.
Selain kendaraan pengangkut logistik, para sopir ikan juga akan menghadang ambulance dari RSU Ngada yang membawa pasien rujukan RSUD TC Hillers Maumere.
Rencana aksi ini masih dirancang. Pasalnya, setelah bertemu Bupati Sikka Fransiskus Roberto Diogo, Senin (1/6) pagi tadi, Bupati Sikka telah memerintahkan Sekda Sikka dan Sekretaris Dinas Perhubungan Sikka untuk melakukan komunikasi dengan Dinas Perhubungan Ngada.
Sebelumnya pada Sabtu (30/5), 9 mobil pengangkut ikan dari Sikka dan Flotim dilarang masuk ke wilayah Kabupaten Ngada. Mereka dihadang petugas Satgas Covid Sikka di perbatasan Nagekeo dan Ngada.
Sehari sesudahnya, Minggu (31/5), sebanyak 12 mobil ikan dilarang di perbatasan Nagekeo-Ngada. Bahkan salah seorang sopir ikan dari Maumere sempat dipukul, diseret ke Polres Ngada, dan handphone sopir disita.*** (eny)















