Maumere-SuaraSikka.com: Pria ini mengucap syukur berkali-kali. Dia merasakan sesuatu yang luar biasa sekali hanya bermodalkan sebagai peserta JKN-KIS. Semua biaya kesehatan sudah dijamin sepenuhnya.
Ndona Martinus, pria asal Kabupaten Sikka ini baru pertama kali merasakan manfaat sebagai peserta JKN-KIS. Dan itu pengalaman yang sangat terkesan sepanjang sejarah hidupnya.
Aparatur sipil negara pada Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga (PKO) Kabupaten Sikka ini tidak menyangka mendapatkan manfaat besar dari JKN-KIS.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Ini pengalaman yang pertama kali. Dan saya merasakan sungguh manfaat sebagai peserta JKN-KIS,” ungkap syukur pria ini beberapa waktu lalu.
Ceritanya, kata dia, pengalaman tersebut dialami seorang anaknya yang sedang kuliah di salah satu perguruan tinggi di Surabaya.
Anak tersebut harus menjalani operasi usus buntu di salah satu rumah sakit swasta yang bekerjasama dengan BPJS Kesehatan.
“Awalnya dia merasa gejala sakit yang kuat pada bagian perut, sampai dia tidak bisa bergerak. Malam itu juga diantar ke rumah sakit. Dari hasil pemeriksaan, ternyata usus buntu, dan harus segera dilakukan tindakan operasi karena kuatir merambat ke usus yang lainnya akibat luka bernanah,” ungkap Martinus beberapa waktu lalu.
Anaknya ini adalah peserta JKN-KIS. Sebagai orang tua, setiap bulan dia rajin membayar iuran bagi anaknya. Terkadang Martinus mengeluh karena belum pernah merasakan manfaat JKN-KIS.
Saat anaknya harus menjalani operasi usus buntu, Ndona Martinus sedang mengalami kesulitan keuangan. Makanya dia sempat kewalahan karena harus mencari biaya untuk pengobatan anaknya.
Sambil mengikuti perkembangan kesehatan anaknya, Martinus juga sibuk mencari tambahan keuangan untuk membayar biaya operasi.
Setelah selesai menjalani operasi, anaknya dibolehkan kembali ke rumah. Martinus terharu ketika mendapat kabar dari anaknya bahwa biaya operasi sudah dijamin oleh BPJS Kesehatan.
“Luar biasa, menggunakan KIS semua biaya sudah dijamin penuh,” ungkap pria yang sudah 23 tahun menjadi ASN.
Dia bertambah senang lagi ketika mengetahui anaknya mendapat pelayanan yang baik dari petugas kesehatan.
“Ternyata pelayanan pakai KIS, tidak beda dengan pasien umum,” kesan dia.
Martinus mengatakan pengalaman pertama menikmati manfaat program JKN-KIS, sepatutnya menjadi referensi umum para peserta JKN-KIS. Kuncinya, kata dia, rajin membayar iuran setiap bulan.
Hemat dia, dengan rajin membayar iuran setiap bulan, selain suatu saat akan merasakan manfaatnya, di saat yang sama, sudah bisa membantu orang lain yang membutuhkan biaya kesehatan.*** (eny)















