Tiba di Maumere, 3 PMI Langsung Dikarantina

Avatar photo

- Redaksi

Rabu, 17 Juni 2020 - 12:56 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

Dibaca 15 kali
facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jurubicara Satgas Covid Sikka Petrus Herlemus

Jurubicara Satgas Covid Sikka Petrus Herlemus

Maumere-SuaraSikka.com: Sebanyak 3 orang pekerja migran Indonesia (PMI) dikabarkan tiba di Maumere, Kamis (18/6). Ketiganya bakal langsung dikarantina.

Informasinya, 3 PMI ini datang dari Kabupaten Nunukan Propinsi Kalimantan Utara. Mereka adalah warga Kabupaten Sikka yang sudah lama bekerja pada perusahaan di Nunukan.

“Tadi saya sudah dapat informasi dari Kepala Dinas Nakertrans. Kami tetap menjalankan prorokoler kesehatan,” ujar Jurubicara Satgas Covid Sikka Petrus Herlemus kepada wartawan di Media Center di Kantor Dinas Kesehatan Sikka, Rabu (17/6).

Petrus Herlemus menyampaikan protokoler kesehatan yang dilakukan yakni rapid test dan mengarantina 3 PMI ini selama 14 hari pada lokasi karantina terpusat di Kantor Dinas Kebudayaan dan Pariwisata di Jalan Ahmad Yani.

“Tadi saya sudah minta Sekretaris Dinas Kesehatan untuk koordinasi dengan Kepala BPBD Sikka agar menyiapkan 3 tempat untuk PMI di Dinas Budpar,” jelas Petrus Herlemus yang juga adalah Kepala Dinas Kesehatan Sikka.

Baca Juga :  Dana Desa di Sikka Anjlok Setengah Bagian, Pelayanan Tidak Optimal

Menurut informasi, 3 PMI ini menumpang sebuah kapal laut, dan turun di Pelabuhan Maropokot Kabupaten Nagekeo. Ketiganya akan dijemput oleh Tim Satgas Covid Sikka. Ketiganya masing-masing berasal dari Kecamatan Alok, Kewapante, dan Talibura.

Lokasi karantina terpusat di Kantor Dinas Budpar dan Gedung SCC, sementara ini tidak ada warga yang dikarantina. Semuanya sudah dipulangkan menyusul hasil swab negatif.*** (eny)

Berita Terkait

Wali Kota Kupang Serahkan Bantuan Rp 200 Juta dan 500 Paket Sembako untuk Korban Gempa di Sikka
Dana Desa di Sikka Anjlok Setengah Bagian, Pelayanan Tidak Optimal
BNPB Komitmen Percepat Proses Rehab-Rekon Pascagempa Bumi Tektonik di Flores, Rumah Rusak Mencapai 77.912 Unit
Dentuman Keras, Dikira Gempa Susulan, Ternyata Gunung Lewotobi Erupsi Lagi
Belanja Modal Anjlok Rp 12 Miliar Lebih, Infrastruktur Jalan Bakal Jadi Korban
Seng Bantuan untuk Warga Terdampak Erupsi Gunung Lewotobi Ukuran Tipis, Tidak Layak Jadi Atap Rumah
100 Rombel pada 22 Sekolah di Sikka Harus Belajar di Tenda Darurat, SMPN 1 Maumere Pindah ke SKB
Pilkades Serentak Ditunda Tahun 2027, Sikap Bupati Sikka Plin-Plan

Berita Terkait

Jumat, 28 Agustus 2026 - 11:56 WITA

Wali Kota Kupang Serahkan Bantuan Rp 200 Juta dan 500 Paket Sembako untuk Korban Gempa di Sikka

Jumat, 28 Agustus 2026 - 10:37 WITA

Dana Desa di Sikka Anjlok Setengah Bagian, Pelayanan Tidak Optimal

Kamis, 27 Agustus 2026 - 16:01 WITA

BNPB Komitmen Percepat Proses Rehab-Rekon Pascagempa Bumi Tektonik di Flores, Rumah Rusak Mencapai 77.912 Unit

Kamis, 27 Agustus 2026 - 12:12 WITA

Dentuman Keras, Dikira Gempa Susulan, Ternyata Gunung Lewotobi Erupsi Lagi

Kamis, 27 Agustus 2026 - 11:15 WITA

Belanja Modal Anjlok Rp 12 Miliar Lebih, Infrastruktur Jalan Bakal Jadi Korban

Rabu, 26 Agustus 2026 - 21:20 WITA

100 Rombel pada 22 Sekolah di Sikka Harus Belajar di Tenda Darurat, SMPN 1 Maumere Pindah ke SKB

Rabu, 26 Agustus 2026 - 19:04 WITA

Pilkades Serentak Ditunda Tahun 2027, Sikap Bupati Sikka Plin-Plan

Rabu, 26 Agustus 2026 - 10:35 WITA

PMKRI Maumere, Timika, Mataram dan Solidaritas Pemuda-Pemudi NTB Salurkan Bantuan untuk Lansia Terdampak Gempa Flores

Berita Terbaru