Maumere-SuaraSikka.com: Populasi babi di Kabupaten Sikka sedang terancam bahaya. Pasalnya virus African Swine Fever (ASF) atau demam babi Afrika sudah masuk ke Kecamatan Alok, Nita, dan Koting.
Fakta ini terungkap menyusul pengiriman 12 spesimen babi ke Balai Besar Veteriner di Denpasar pada 18 Juni 2020 lalu.
“Dari 12 spesimen yang kita kirim, ternyata 5 di antaranya positif ASF,” ungkap Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Sikka Mauritz da Cunha saat rapat koordinasi bersama para Kepala BPP, Selasa (14/7).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Lima spesimen yang positip, sebut dia, berasal dari Kelurahan Kota Uneng dan Kelurahan Madawat di Kecamatan Alok, Desa Nita dan Desa Takaplager di Kecamatan Nita, dan Desa Koting D di Kecamatan Koting.
Dengan fakta yang ada, Mauritz da Cunha meminta perhatian seluruh masyarakat khususnya para peternak babi agar selalu meningkatkan kewaspadaan dan mencegah penularan.
“Virus ASF ini bisa bertahan dalam jangka waktu yang lama. Penularannya cepat, dan risiko kematian sangat tinggi. Sampai sekarang belum ada vaksin,” tambah dia.
Kepala Bidang Kesehatan Hewan Margaretha Siko menduga masuknya virus ASF ke Kabupaten Sikka melalui pemasukan daging beku atau se’i dari Pulau Timor.
Dia meminta masyarakat untuk menghentikan lalulintas ternak babi atau membawa masuk bahan baku yang terbuat dari daging babi.*** (eny)















