Bahaya! Virus ASF Sudah Masuk ke Alok, Nita, dan Koting

Avatar photo

- Redaksi

Selasa, 14 Juli 2020 - 19:06 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

Dibaca 37 kali
facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi

Ilustrasi

Maumere-SuaraSikka.com: Populasi babi di Kabupaten Sikka sedang terancam bahaya. Pasalnya virus African Swine Fever (ASF) atau demam babi Afrika sudah masuk ke Kecamatan Alok, Nita, dan Koting.

Fakta ini terungkap menyusul pengiriman 12 spesimen babi ke Balai Besar Veteriner di Denpasar pada 18 Juni 2020 lalu.

“Dari 12 spesimen yang kita kirim, ternyata 5 di antaranya positif ASF,” ungkap Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Sikka Mauritz da Cunha saat rapat koordinasi bersama para Kepala BPP, Selasa (14/7).

Lima spesimen yang positip, sebut dia, berasal dari Kelurahan Kota Uneng dan Kelurahan Madawat di Kecamatan Alok, Desa Nita dan Desa Takaplager di Kecamatan Nita, dan Desa Koting D di Kecamatan Koting.

Dengan fakta yang ada, Mauritz da Cunha meminta perhatian seluruh masyarakat khususnya para peternak babi agar selalu meningkatkan kewaspadaan dan mencegah penularan.

Baca Juga :  Gempa Guncang Sikka, Belanja Tidak Terduga Naik Drastis

“Virus ASF ini bisa bertahan dalam jangka waktu yang lama. Penularannya cepat, dan risiko kematian sangat tinggi. Sampai sekarang belum ada vaksin,” tambah dia.

Kepala Bidang Kesehatan Hewan Margaretha Siko menduga masuknya virus ASF ke Kabupaten Sikka melalui pemasukan daging beku atau se’i dari Pulau Timor.

Dia meminta masyarakat untuk menghentikan lalulintas ternak babi atau membawa masuk bahan baku yang terbuat dari daging babi.*** (eny)

Berita Terkait

Wali Kota Kupang Serahkan Bantuan Rp 200 Juta dan 500 Paket Sembako untuk Korban Gempa di Sikka
Dana Desa di Sikka Anjlok Setengah Bagian, Pelayanan Tidak Optimal
BNPB Komitmen Percepat Proses Rehab-Rekon Pascagempa Bumi Tektonik di Flores, Rumah Rusak Mencapai 77.912 Unit
Dentuman Keras, Dikira Gempa Susulan, Ternyata Gunung Lewotobi Erupsi Lagi
Belanja Modal Anjlok Rp 12 Miliar Lebih, Infrastruktur Jalan Bakal Jadi Korban
Seng Bantuan untuk Warga Terdampak Erupsi Gunung Lewotobi Ukuran Tipis, Tidak Layak Jadi Atap Rumah
100 Rombel pada 22 Sekolah di Sikka Harus Belajar di Tenda Darurat, SMPN 1 Maumere Pindah ke SKB
Pilkades Serentak Ditunda Tahun 2027, Sikap Bupati Sikka Plin-Plan

Berita Terkait

Jumat, 28 Agustus 2026 - 11:56 WITA

Wali Kota Kupang Serahkan Bantuan Rp 200 Juta dan 500 Paket Sembako untuk Korban Gempa di Sikka

Jumat, 28 Agustus 2026 - 10:37 WITA

Dana Desa di Sikka Anjlok Setengah Bagian, Pelayanan Tidak Optimal

Kamis, 27 Agustus 2026 - 16:01 WITA

BNPB Komitmen Percepat Proses Rehab-Rekon Pascagempa Bumi Tektonik di Flores, Rumah Rusak Mencapai 77.912 Unit

Kamis, 27 Agustus 2026 - 12:12 WITA

Dentuman Keras, Dikira Gempa Susulan, Ternyata Gunung Lewotobi Erupsi Lagi

Kamis, 27 Agustus 2026 - 11:15 WITA

Belanja Modal Anjlok Rp 12 Miliar Lebih, Infrastruktur Jalan Bakal Jadi Korban

Rabu, 26 Agustus 2026 - 21:20 WITA

100 Rombel pada 22 Sekolah di Sikka Harus Belajar di Tenda Darurat, SMPN 1 Maumere Pindah ke SKB

Rabu, 26 Agustus 2026 - 19:04 WITA

Pilkades Serentak Ditunda Tahun 2027, Sikap Bupati Sikka Plin-Plan

Rabu, 26 Agustus 2026 - 10:35 WITA

PMKRI Maumere, Timika, Mataram dan Solidaritas Pemuda-Pemudi NTB Salurkan Bantuan untuk Lansia Terdampak Gempa Flores

Berita Terbaru