Maumere-SuaraSikka.com: Situasi pandemi virus corona di Kabupaten Sikka tidak menyurutkan kesemarakan merayakan HUT RI ke-75. Dikabarkan 17 penyelam dan 8 perenang akan mengibarkan bendera merah putih pada lokasi patahan tsunami.
Aktifitas cinta tanah air ini diinisiasi oleh Maumere Diver Community (MDC) di bawah koordinir Dionisius Bruno Conterius. Komunitas penyelam di Maumere ini bekerjasama dengan sejumlah sponsor. Mereka mengusung slogan Dari Nian Tana Sikka untuk Indonesia Maju.
Rencananya, kegiatan yang diperkirakan mengundang perhatian banyak orang ini, bakal dilaksanakan pada Sabtu (15/8), dua hari sebelum hari kemerdekaan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT

“Kegiatan ini akan melibatkan 17 penyelam lokal bersertifikat dan 8 perenang snorkeling,” jelas Yohanes Saleh alias Hans yang menjadi instruktur kegiatan ini.
Selain penyelam dan perenang snorkeling, nanti terlibat juga 45 peserta dari para sponsor, Dinas Pariwisata, praktisi pariwisata dan masyarakat umum.
Dia menambahkan lokasi pengibaran bendera merah putih dipilih persis di depan mulut retakan bumi. Ini adalah lokasi patahan ketika terjadi tsunami pada tahun 1992.
“Ini lokasi menjadi high light wisata di kawasan konservasi Teluk Maumere yang kaya akan nilai sejarah,” ujar dia.
Dia mengatakan penyelaman kali ini lebih sulit karena posisi penyelaman adalah drop off (jurang pada sisi tebing).
Agar kegiatan ini berlangsung lancar dan sukses, MDC terus-menerus melakukan latihan dan persiapan yang maksimal.
Bendera merah putih yang dikibarkan panjangnya mencapai 10 meter. Menurut rencana akan ditancapkan pada kedalaman 10 meter di bawah laut.
Proses ini akan diawali terlebih dahulu dengan pengibaran bendera merah putih berukuran 3 meter.

MDC yang dibentuk sejak 18 September 2018, aktif pada berbagai kegiatan pariwisata bahari. Wadah ini kini beranggotakan kurang lebih 32 orang, di antaranya 25 anggota sudah memiliki sertifikat penyelam.*** (eny)















