Bandara Frans Seda Kelola Dua Proyek Senilai Rp 20 Miliar Lebih

0
256
Bandara Frans Seda Kelola Dua Proyek Senilai Rp 20 Miliar Lebih
Proyek Penataan dan Optimalisasi Gedung dan Terminal di Bandara Frans Seda Maumere

Maumere-SuaraSikka.com: Bandara Frans Seda Maumere kini tengah mengelola dua paket proyek senilai Rp 20 miliar lebih. Anggaran pembangunan digelontorkan dari kantong APBN TA 2020 melalui Kementerian Perhubungan.

Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Wilfridus menguraikan 2 paket proyek tersebut adalah Penataan dan Optimalisasi Gedung dan Terminal senilai Rp 12.169.765.000 dan Pembangunan Gedung Operasional senilai Rp 4.257.930.000.

“Mestinya ada lagi 3 kegiatan di tahun ini, tapi karena pandemi corona secara nasional, sehingga 3 program ditiadakan,” jelas Wilfridus yang ditemui di ruang kerjanya, Selasa (1/9).

Dua proyek pembangunan ini, sesuai kontrak sedianya dilaksanakan pada 14 April 2020. Namun sehubungan dengan pandemi corona, pelaksanaannya baru dimulai 15 Juni 2020.

Sesuai kontrak, ujar dia, pekerjaan akan selesai pada 17 Desember 2020. Kontraktor pelaksana telah membuat surat pernyataan kesanggupan menyelesaikan pekerjaan tepat waktu.

Untuk mengantisipasi pekerjaan tepat waktu, PPK telah meminta kontraktor pelaksana untuk menambah jam kerja dengan sistem lembur, dan menambah jumlah tenaga kerja.

“Kami kehilangan waktu efektif 2 bulan, sehingga pekerjaan harus dipacu dengan cara lembur dan tambah tenaga kerja,” alasan dia.

Penataan dan Optimalisasi Gedung dan Terminal dikerjakan PT Sinar Rampi Pratama dengan KSO bersama PT Bumi Karya Konstruksi. Sementara Pembangunan Gedung Operasional dikerjakan CV Cahaya Purnama. Konsultan pengawas pada 2 proyek ini adalah CV Rekon Katulistiwa.

Wilfridus menjelaskan hingga akhir Agustus fisik pekerjaan Penataan dan Optimalisasi Gedung dan Terminal sudah mencapai 27 persen, sementara fisik Pembangunan Gedung Operasional mencapai 35 persen.

Dia menambahkan terdapat kendala di lapangan menyangkut ketersediaan material. Masalahnya, kata dia, banyak material yang harus disuplai dari Surabaya. Transortasi laut di masa pandemi corona menjadi kendala tersendiri.

Meski demikian, katanya, pihaknya terus melakukan pemantauan dan monitoring, sekaligus memberikan motivasi agar dua proyek ini bisa diselesaikan tepat waktu, tepat mutu, dan tepat fungsi.

Dia mengatakan tahun 2020 ini Bandara Frans Seda mendapatkan alokasi anggaran yang sangat besar, berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya.*** (eny)

TINGGALKAN BALASAN

Silahkan ketik komentar anda
Silahkan ketik nama anda di sini