DPRD Sikka Soroti Kebijakan Mutasi

Avatar photo

- Redaksi

Sabtu, 3 Oktober 2020 - 15:12 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

Dibaca 9 kali
facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Suasana rapat paripurna penandatanganan MOU KUAPPAS Perubahan 2020, Kamis (1/10)

Suasana rapat paripurna penandatanganan MOU KUAPPAS Perubahan 2020, Kamis (1/10)

Maumere-SuaraSikka.com: DPRD Sikka menyoroti kebijakan mutasi yang dilakukan Bupati setempat. Setidaknya ada 5 fraksi yang mengkritisi kebijakan ini.

Sorotan dan kritikan terkait mutasi dialamatkan kepada Bupati Sikka Fransiskus Roberto Diogo melalui pendapat akhir fraksi tentang Perubahan KUAPPAS Tahun 2020, Kamis (1/10) malam.

Fraksi Partai Nasdem berpendapat analisis jabatan dan evaluasi kinerja aparatur sipil negara (ASN) hanya merupakan sandiwara karena tidak diikuti dalam proses mutasi di kalangan pejabat dan ASN.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Karena itu Fraksi Partai Nasdem mengingatkan agar kebijakan mutasi harus sesuai analisis kebutuhan, bukan berdasarkan permintaan secara individu dari masing-masing ASN yang bernuansa pada kepentingan politik sesaat.

Sekretaris Fraksi Petrus da Silva menegaskan jika mutasi tanpa analisis kebutuhan maka anggaran yang tertuang dalam Perubahan KUAPPAS 2020 untuk analisis jabatan, sebaiknya dipertimbangkan untuk dibatalkan.

“Dibatalkan saja anggarannya karena hasil kerja Anjab ternyata tidak diikuti dalam pelaksanaan,” tegas pensiunan PNS ini.

Baca Juga :  Pascagempa Bumi Tektonik, 777,7 Ton Bantuan Mengalir Melalui Maumere dan Labuan Bajo

Terkait hal ini, Fraksi Partai Nasdem mendorong agar 50-an tenaga kesehatan yang dimutasi hanya dengan surat tugas penempatan sementara oleh Penjabat Sekda Sikka, segera dikembalikan ke tempat semula.

Hal senada disampaikan Fraksi Partai Perindo melalui Bernadus Kardiman. Fraksi ini menegaskan agar pemerintah menggunakan analisis jabatan sesuai standar profesi, kompetensi dan kebutuhan, sehingga benar-benar terhindar dari kesan unum bahwa mutasi tersebut dilakukan hanya karena kepentingan politik semata atau balas jasa.

Fraksi Partai Hanura juga membidik hal yang sama. Fraksi ini mengaku sangat kecewa terhadap proses mutasi yang tidak sesuai dengan analisa kebutuhan pada dinas instansi terkait.

“Fraksi menyarakan agar mutasi ASN harus berdasarkan analisis kebutuhan sesuai kompetensi yang dibutuhkan di setiap OPD, bukan berdadarkan balas budi dan jasa,” tegas Wenseslaus Wege.

Ketua Fraksi Partai Golkar Maria Angelorum Mayestatis menilai mutasi yang dilakukan baru-baru ini sangat tergesa-gesa dan tanpa ada kajian terlebih dahulu.

Fraksi Partai Golkar berharap agar ASN yang akan dimutasi benar-benar berkompeten untuk menempati jabatan yang baru.

Baca Juga :  Dugaan Korupsi Bencana di Sikka, Bantuan Seng untuk 5.000 Rumah Belum Teralisir

“Dan perlu terlebih dahulu dilakukan analisis kebutuhan sehingga orang-orang yang menempati suatu jabatan benar berkompeten dan dapat terukur kinerja kerjanya,” kritik Mayestatis.

Fraksi Partai Golkar juga menyinggung mutasi tenaga kesehatan, yang berdampak penumpukan ASN di suatu daerah, sementara wilayah lain justeru kekurangan tenaga medis.

“Fraksi sangat menyayangkan bahwa di tengah pandemi Covid-19, tapi ada kebihakan mutasi tenaga kesehatan. Kira-kira apa urgensinya?” tanya Fraksi Partai Golkar.

Sementara itu Fraksi PKB menyentil kebijakan mutasi tenaga kesehatan yang menimbulkan kekuatiran masyarakat akibat kekosongan tenaga kesehatan.

Fraksi pendukung pemerintah ini mendesak pemerintah untuk mengembalikan tenaga kesehatan yang dimutasi ke tempat tugas sebelumnya.

Terkait mutasi, sebelumnya Wakil Bupati Sikka Romanus Woga sempat marah karena tidak pernah tahu ada kebijakan mutasi. Sudah tiga kali kebijakan mutasi yang terakhir, Romanus Woga tidak ikut terlibat.*** (eny)

Berita Terkait

Meski Masa Tanggap Darurat, Sekolah di Sikka Mulai Tatap Muka, Prioritaskan Keselamatan dan Fokus Hilangkan Trauma
Status Tanggap Darurat Gempa Bumi Tektonik di Sikka Diperpanjang Hingga 11 September 2026
Kemdikti Gratiskan UKT 5.000 Mahasiswa Terdampak Gempa NTT
Ruang Tunggu Ambruk, 3 Orang Meninggal Dunia, PMKRI Maumere Desak Audit Forensik Pelabuhan Laurens Say
Rehab-Rekon Pascagempa Bumi di Sikka, Golkar Serukan Pakai Bantuan Presiden Rp 20 Miliar, BTT Jangan Diganggu
Sikka Fokus 4 Pilar Capai Target Pajak Daerah
Wali Kota Kupang Serahkan Bantuan Rp 200 Juta dan 500 Paket Sembako untuk Korban Gempa di Sikka
Dana Desa di Sikka Anjlok Setengah Bagian, Pelayanan Tidak Optimal

Berita Terkait

Minggu, 30 Agustus 2026 - 10:42 WITA

Meski Masa Tanggap Darurat, Sekolah di Sikka Mulai Tatap Muka, Prioritaskan Keselamatan dan Fokus Hilangkan Trauma

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 23:13 WITA

Status Tanggap Darurat Gempa Bumi Tektonik di Sikka Diperpanjang Hingga 11 September 2026

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 21:41 WITA

Kemdikti Gratiskan UKT 5.000 Mahasiswa Terdampak Gempa NTT

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 19:10 WITA

Ruang Tunggu Ambruk, 3 Orang Meninggal Dunia, PMKRI Maumere Desak Audit Forensik Pelabuhan Laurens Say

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 12:13 WITA

Rehab-Rekon Pascagempa Bumi di Sikka, Golkar Serukan Pakai Bantuan Presiden Rp 20 Miliar, BTT Jangan Diganggu

Jumat, 28 Agustus 2026 - 11:56 WITA

Wali Kota Kupang Serahkan Bantuan Rp 200 Juta dan 500 Paket Sembako untuk Korban Gempa di Sikka

Jumat, 28 Agustus 2026 - 10:37 WITA

Dana Desa di Sikka Anjlok Setengah Bagian, Pelayanan Tidak Optimal

Kamis, 27 Agustus 2026 - 16:01 WITA

BNPB Komitmen Percepat Proses Rehab-Rekon Pascagempa Bumi Tektonik di Flores, Rumah Rusak Mencapai 77.912 Unit

Berita Terbaru

Sebuah rumah warga di Kecamatan Palue Kabupaten Sikka rusak berat diguncang gempa bumi tektonik Sabtu (15/8) lalu

Bencana Alam

Kemdikti Gratiskan UKT 5.000 Mahasiswa Terdampak Gempa NTT

Sabtu, 29 Agu 2026 - 21:41 WITA