Maumere-SuaraSikka.com: Fraksi Partai Nasdem DPRD Sikka mengritisi RPJMD Sikka 2018-2023. Dan hasil kesimpulan sementara menunjukkan pemerintahan di bawah kepemimpinan Bupati Fransiskus Roberto Diogo dan Wabup Romanus Woga (Roma) dianggap tidak mampu.
Anggota Fraksi Partai Nasdem Fransiskus Xaverius Bari menyebut 2 kesimpulan sementara dari pencermatan, pengamatan dan kajian terhadap RPJMD Sikka.
Pertama, terhadap proyeksi pendapatan daerah tahun 2019-2023. Memasuki tahun ketiga, duet ini tidak mampu menjawabi rencana yang telah ditargetkan. Berdasarkan perhitungan ratio pertumbuhan di mana seharusnya pendapatan daerah meningkat rata-rata 4,7 persen pertahun.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Kedua, terhadap proyeksi belanja daerah tahun 2019-2023. Memasuki tahun ketiga, ternyata mengalami nasib yang sama.
Roma tidak mampu memenuhi target-target belanja yang telah direncanakan dalam RPJMD, di mana berdasarkan perhitungan ratio pertumbuhan belanja, seharusnya alokasi belanja meningkat rata-rata 4,3 persen pertahun, juga tidak tercapai.
“Dengan perhitungan yang sederhana melihat ratio pertumbuhan pendapatan dan belanja selama 5 tahun, sesungguhnya Pemkab Sikka mengalami surplus. Namun patut disayangkan, kondisi ini memberikan indikasi bahwa pemerintah tidak mampu menentukan skala prioritas belanja daerah, sehingga berdampak pada nilai defisit yang terkadang mencengangkan kita semua,” ujar Frans Bari saat menyampaikan pemandangan umum atas Pidato Pengantar Bupati Sikka tentang Perubahan APBD 2020, Rabu (7/10).
Frans Bari melanjutkan sebagai akibat dari ketidakmampuan pemerintah dalam mendongkrak pendapatan daerah untuk membiayai berbagai kegiatan dan program, maka nilai defisit bertambah secara deret ukur dari tahun ke tahun. Sementara satu-satunya andalan menutupi defisit adalah dengan Silpa tahun sebelumnya.
Fraksi Partai Nasdem menegaskan bahwa fakta telah menunjukkan ketika Silpa sebagai andalan mengalami fluktuasi, maka satu-satunya cara untuk mengatasi kondisi fiskal yang buruk yakni dengan rasionalisasi.
“Rasiobalisasi adalah momok bagi para pengguna anggaran di setiap OPD. Sampai kapan pola ini berakhir? Akankah rasionalisasi menjadi model tersendiri dalam pengelolaan keuangan daerah? Sesungguhnya ini menunjukkan buruknya perencanaan anggaran yang disajikan pemerintah,” tanya Fraksi Partai Nasdem.
Fraksi Partai Nasdem berpendapat cerita 2 tahun kepemimpinan Roma memaksa semua komponen turut berpikir tentang ke arah mana Kabupaten Sikka ini akan dibawa oleh Roma. Ke Pelabuhan Bahagia 2023, hemat Fraksi Partai Nasdem, masih sangat jauh dan tidak nampak jelas. Kondisi ini, membuat banyak pihak menjadi gelisah, ragu, bahkan menyangsikan Kabupaten Sikka tiba dengan selamat di Pelabuhan Bahagia 2023.*** (eny)















