Isu Upeti Mengalir di Tengah Pelantikan JPTP

0
635

Maumere-SuaraSikka.com: Bupati Sikka Fransiskus Roberto Diogo, Jumat (23/10), melantik 3 Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama (JPTP). Pelantikan ini di tengah isu mengalirnya upeti untuk 4 jabatan lowong yang dilelang baru-baru ini.

Isu upeti ini diembuskan melalui akun facebook milik Papo Belang yang ditulisnya sekitar pukul 07.00 Wita, atau 4 jam sebelum jadwal pelantikan.

Isu Upeti Mengalir di Tengah Pelantikan JPTP

“Untuk jabatan eselon 2, sudah ada yang gerilia minta upeti 75-100 juta. Semoga tidak benar info ini,” tulis Papo Belang.

Media ini sudah berupaya menghubungi Papo Belang, namun belum mendapat tanggapan balik.

Pantauan media ini, beragam komentar menanggapi ciutan Papo Belang, yang juga politisi Partai Golkar Sikka. Wakil Ketua DPRD Yoseph Karmianto Eri meminta pemosting tidak memfitnah.

“Itu di kabupaten mana? Jangan fitnah Tidak baik kalau hanya mendengar kabar tidak benar baru menulis Bang,” sentil Ketua PKB Sikka.

Isu Upeti Mengalir di Tengah Pelantikan JPTP

Menanggapi itu, Papo Belang menjawab lokasinya di Maumere. Dia menegaskan bahwa postingannya bukan bersifat fitnah, tetapi nyata. Dia justeru menyarankan Yoseph Karmianto Eri meminta aparat penegak hukum mengusutnya.

“Pak Wakil, kalau bisa minta aparat hukum usut tuntas. Coba cek ke para peserta test,” jawab Papo Belang.

Tanggapan lain datang dari pemilik akun Son Botu, yang bisa dipastikan adalah Sekretaris Fraksi Partai Gerindra.

“Jika benar maka itu baru terjadi di zaman ini. Kasihan, mau jadi apa daerah ini kalau para pemangku kepentingan mentalnya buruk seperti ini. Jabatan hanya milik kaum kapitalis yang nol kompetensi,” tulis mantan Wakil Ketua DPRD Sikka itu.

Sekretaris Fraksi PDIP Dicky Raja meragukan postingan Papo Belang. Dia pun menuding postingan tersebut sebagai bentuk fitnah, dan meminta pemosting bertindak gentelmen.

“Jangan suka fitnah Pak, lalu jadikan kalimat “semoga info ini tidak benar” sebagai tameng untuk menutupi pemfitnahan yang Pak Papo tuduhkan ini. Yang gentel Pak,” tulis dia sambil menantang Papo Belang melaporkan hal tersebut ke penegak hukum.

Isu Upeti Mengalir di Tengah Pelantikan JPTP

Papo Belang tidak gentar dengan tantangan Dicky Raja. Dia malah berbalik meminta Dicky Raja melaporkan ke penegak hukum.

“Ade mau pancing saya ko? Sorry, saya bukan ikan. Saya bicara karena saya punya data,” Papo Belang balik menantang.

Sekretaris Fraksi PAN Filario Charles Bertrandi ikut berkomentar. Dia meminta wartawan agar menelusuri isu upeti yang ditiupkan Papo Belang.

“Untuk menjaga nama baik kabupaten ini, maka harus ditelusuri informasi ini. Wartawan coba konfirmasi ke Pak Papo. Saya yakini beliau ada dalam partai politik, pasti akan bergerak juga dari fraksi yang ada di DPRD,” tulis anggota DPRD Sikka dua periode itu.

Pemilik akun bernama Emil Goleng geram dengan isu upeti. Bagi dia, jika hal ini benar adanya dan terbukti, maka hal ini merupakan kejahatan yang luar biasa yang secara potensial dapat merugikan pelbagai dimensi kepentingan.

Bupati Sikka melantik 3 pejabat eselon 2 di Gedung SCC Maumere. Mereka yang dilantik Sekretaris Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Gratiana Alfredy Heriantje menjadi Sekretaris DPRD, Camat Tanawawo Yohanes Audax menjadi Kepala Dinas Nakertrans, dan Pelaksana Tugas Kepala Badan Pengelola Keuangam dan Aset Daerah Paulus Prasetya menjadi Kepala Badan Pengelola Keuangam dan Aset Daerah.

Satu jabatan yang lowong yakni Kepala Dinas Perhubungan, belum diisi pejabat definitif.*** (eny)

TINGGALKAN BALASAN

Silahkan ketik komentar anda
Silahkan ketik nama anda di sini