Indeks Kepuasan Peserta JKN Capai 85 Persen

0
47
Indeks Kepuasan Peserta JKN Capai 85 Persen
Ketua Pengurus Harian YLKI Tulus Abadi sedang memaparkan materi pada Media Workshop BPJS Kesehatan, Jumat (23/10)

Maumere-SuaraSikka.com: Program Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) sudah berjalan selama 7 tahun. Hingga tahun 2019, Indeks Kepuasan peserta telah mencapai 85 persen.

Ketua Pengurus Harian YLKI Tulus Abadi memastikan indeks kepuasan peserta mengalami peningkatan dari tahun ke tahun. Tahun 2014, katanya, indeks kepuasan peserta berada di posisi 75 persen, lalu meningkat menjadi 79,7 persen di tahun 2018.

“Padahal untuk meningkatkan 1 persen saja, itu susahnya minta ampun. Ini artinya sudah ada efek positip untuk meningkatkan pelayanan dari tahun ke tahun,” papar Tulus Abadi pada Media Workshop BPJS Kesehatan, Jumat (23/10).

Data yang hampir mirip disajikan Direktur Perluasan dan Pelayanan BPJS Kesehatan Andayani Budi Lestari. Dia juga menyampaikan terjadinya peningkatan indeks kepuasan peserta.

Untuk tahun 2016, Andayani mencatat indeks kepuasan pada level 81 persen, lalu meningkat menjadi 86,1 persen pada tahun 2017, terus 86,2 persen pada tahun 2018, dan 89,7 persen pada tahun 2019.

Tulus Abadi menambahkan indeks kepuasan fasilitas kesehatan (faskes) baru mencapai 80 persen, atau berada di bawah indeks kepuasan peserta. Khusus hal ini, dia mengingatkan agar harus menjadi perhatian khusus.

“Indeks kepuasan faskes masih rendah, ini harus jadi pekerjaan rumah agar faskes terus melakukan inovasi terkait peningkatan pelayanan,” imbau dia.

Dia mengatakan jika pelayanan pada BPJS Kesehatan sudah memuaskan, maka harus dilakukan elaborasi di tingkat lapangan. BPJS Kesehatan harus mendorong mitra-mitra seperti FKTP dan FKTL untuk meningkatkan pelayanan.

Tulus Abadi mengingatkan agar faskes harus konsisten menjaga pelayanan sesuai standar. Buat dia, tidak ada alasan bagi faskes untuk menurunkan pelayanan.

“Standar pelayanan harus plus, guna antisipasi pandemi Covid-19. Plus protokoler kesehatan,” kata dia.

Dia menyarankan agar faskes mengoptimalkan pelayanan berbasis digital untjk mengurangi kontak langsung dengan pasien atau calon pasien. Faskes juga harus mengoptimalkan pelayanan preventif promotif.

Media Workshop BPJS Kesehatan berlangsung selama dua hari, Kamis-Jumat (22-23/10). Kegiatan yang dilaksanakab secara virtual ini melibatkan 700 wartawan di Indonesia, termasuk 5 wartawan dari Kabupaten Sikka.*** (eny)

TINGGALKAN BALASAN

Silahkan ketik komentar anda
Silahkan ketik nama anda di sini