Indeks Kepuasan Peserta JKN Capai 85 Persen

Avatar photo

- Redaksi

Minggu, 25 Oktober 2020 - 10:08 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

Dibaca 46 kali
facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ketua Pengurus Harian YLKI Tulus Abadi sedang memaparkan materi pada Media Workshop BPJS Kesehatan, Jumat (23/10)

Ketua Pengurus Harian YLKI Tulus Abadi sedang memaparkan materi pada Media Workshop BPJS Kesehatan, Jumat (23/10)

Maumere-SuaraSikka.com: Program Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) sudah berjalan selama 7 tahun. Hingga tahun 2019, Indeks Kepuasan peserta telah mencapai 85 persen.

Ketua Pengurus Harian YLKI Tulus Abadi memastikan indeks kepuasan peserta mengalami peningkatan dari tahun ke tahun. Tahun 2014, katanya, indeks kepuasan peserta berada di posisi 75 persen, lalu meningkat menjadi 79,7 persen di tahun 2018.

“Padahal untuk meningkatkan 1 persen saja, itu susahnya minta ampun. Ini artinya sudah ada efek positip untuk meningkatkan pelayanan dari tahun ke tahun,” papar Tulus Abadi pada Media Workshop BPJS Kesehatan, Jumat (23/10).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Data yang hampir mirip disajikan Direktur Perluasan dan Pelayanan BPJS Kesehatan Andayani Budi Lestari. Dia juga menyampaikan terjadinya peningkatan indeks kepuasan peserta.

Baca Juga :  Pascagempa Bumi Tektonik, 777,7 Ton Bantuan Mengalir Melalui Maumere dan Labuan Bajo

Untuk tahun 2016, Andayani mencatat indeks kepuasan pada level 81 persen, lalu meningkat menjadi 86,1 persen pada tahun 2017, terus 86,2 persen pada tahun 2018, dan 89,7 persen pada tahun 2019.

Tulus Abadi menambahkan indeks kepuasan fasilitas kesehatan (faskes) baru mencapai 80 persen, atau berada di bawah indeks kepuasan peserta. Khusus hal ini, dia mengingatkan agar harus menjadi perhatian khusus.

“Indeks kepuasan faskes masih rendah, ini harus jadi pekerjaan rumah agar faskes terus melakukan inovasi terkait peningkatan pelayanan,” imbau dia.

Dia mengatakan jika pelayanan pada BPJS Kesehatan sudah memuaskan, maka harus dilakukan elaborasi di tingkat lapangan. BPJS Kesehatan harus mendorong mitra-mitra seperti FKTP dan FKTL untuk meningkatkan pelayanan.

Baca Juga :  Anak-Anak di Nitunglea-Palue Lewati 5 Titik Longsoran Ekstrim Demi Ambil Bantuan Sembako

Tulus Abadi mengingatkan agar faskes harus konsisten menjaga pelayanan sesuai standar. Buat dia, tidak ada alasan bagi faskes untuk menurunkan pelayanan.

“Standar pelayanan harus plus, guna antisipasi pandemi Covid-19. Plus protokoler kesehatan,” kata dia.

Dia menyarankan agar faskes mengoptimalkan pelayanan berbasis digital untjk mengurangi kontak langsung dengan pasien atau calon pasien. Faskes juga harus mengoptimalkan pelayanan preventif promotif.

Media Workshop BPJS Kesehatan berlangsung selama dua hari, Kamis-Jumat (22-23/10). Kegiatan yang dilaksanakab secara virtual ini melibatkan 700 wartawan di Indonesia, termasuk 5 wartawan dari Kabupaten Sikka.*** (eny)

Berita Terkait

Meski Masa Tanggap Darurat, Sekolah di Sikka Mulai Tatap Muka, Prioritaskan Keselamatan dan Fokus Hilangkan Trauma
Status Tanggap Darurat Gempa Bumi Tektonik di Sikka Diperpanjang Hingga 11 September 2026
Kemdikti Gratiskan UKT 5.000 Mahasiswa Terdampak Gempa NTT
Ruang Tunggu Ambruk, 3 Orang Meninggal Dunia, PMKRI Maumere Desak Audit Forensik Pelabuhan Laurens Say
Rehab-Rekon Pascagempa Bumi di Sikka, Golkar Serukan Pakai Bantuan Presiden Rp 20 Miliar, BTT Jangan Diganggu
Sikka Fokus 4 Pilar Capai Target Pajak Daerah
Wali Kota Kupang Serahkan Bantuan Rp 200 Juta dan 500 Paket Sembako untuk Korban Gempa di Sikka
Dana Desa di Sikka Anjlok Setengah Bagian, Pelayanan Tidak Optimal

Berita Terkait

Minggu, 30 Agustus 2026 - 10:42 WITA

Meski Masa Tanggap Darurat, Sekolah di Sikka Mulai Tatap Muka, Prioritaskan Keselamatan dan Fokus Hilangkan Trauma

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 23:13 WITA

Status Tanggap Darurat Gempa Bumi Tektonik di Sikka Diperpanjang Hingga 11 September 2026

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 21:41 WITA

Kemdikti Gratiskan UKT 5.000 Mahasiswa Terdampak Gempa NTT

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 19:10 WITA

Ruang Tunggu Ambruk, 3 Orang Meninggal Dunia, PMKRI Maumere Desak Audit Forensik Pelabuhan Laurens Say

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 12:13 WITA

Rehab-Rekon Pascagempa Bumi di Sikka, Golkar Serukan Pakai Bantuan Presiden Rp 20 Miliar, BTT Jangan Diganggu

Jumat, 28 Agustus 2026 - 11:56 WITA

Wali Kota Kupang Serahkan Bantuan Rp 200 Juta dan 500 Paket Sembako untuk Korban Gempa di Sikka

Jumat, 28 Agustus 2026 - 10:37 WITA

Dana Desa di Sikka Anjlok Setengah Bagian, Pelayanan Tidak Optimal

Kamis, 27 Agustus 2026 - 16:01 WITA

BNPB Komitmen Percepat Proses Rehab-Rekon Pascagempa Bumi Tektonik di Flores, Rumah Rusak Mencapai 77.912 Unit

Berita Terbaru

Sebuah rumah warga di Kecamatan Palue Kabupaten Sikka rusak berat diguncang gempa bumi tektonik Sabtu (15/8) lalu

Bencana Alam

Kemdikti Gratiskan UKT 5.000 Mahasiswa Terdampak Gempa NTT

Sabtu, 29 Agu 2026 - 21:41 WITA