Kemdikbud Sediakan Tunjangan untuk Guru Honor, AHP Apresiasi

Avatar photo

- Redaksi

Rabu, 18 November 2020 - 10:14 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

Dibaca 15 kali
facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Andreas Hugo Pareira, anggota Komisi X Fraksi PDIP

Andreas Hugo Pareira, anggota Komisi X Fraksi PDIP

Jakarta-SuaraSikka.com: Pemerintah RI melalui Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) menyediakan tunjangan untuk guru honor sebesar Rp 1.800.000 sebanyak satu kali.

Selain itu Kemdikbud juga menempuh kebijakan pembukaan Seleksi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) bagi guru honor pada tahun 2021 mendatang.

Informasi tentang hal ini terungkap melalui Rapat Kerja antara Komisi X DPR RI dengan mitra kerja Kemdikbud, Senin (16/11).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Rapat kerja tersebut membahas berbagai isu strategis seputar pendidikan nasional terkait realisasi APBN, penyusunan peta jalan pendidikan, persiapan asesmen kompetensi dasar, evaluasi program organisasi penggerak, dan bantuan kuota internet terkait pembelajaran jarak jauh.

Isu penting lain yang dibahas dalam rapat kerja tersebut adalah mengenai Bantuan Subsidi Upah (BSU) bagi Pendidik dan Tenaga Kependidikan Non-PNS serta pembukaan Seleksi PPPK bagi guru honorer yang akan diadakan pada tahun 2021.

Andreas Hugo Pareira, anggota Komisi X Fraksi PDIP memberikan apresiasi atas kebijakan Kemdikbud. Politisi yang berasal dari Dapil NTT 1 itu menegaskan bahwa guru honor telah memberikan kontribusi bagi kemajuan dan pemerataan pendidikan nasional.

Andreas Hugo Pareira yang familiar disapa AHP menjelaskan BSU merupakan perjuangan panjang dia bersama seluruh anggota Komisi X dan Kemdikbud.

“Ini perjuangan yang panjang dalam rangka meningkatkan kesejahteraan bagi guru honorer dan tenaga kependidikan non-PNS. Dan syukurlah, telah membuahkan hasil,” tulis politisi asal Kabupaten Sikka melalui rilis yang diterima media ini, Senin (16/11).

Rapat Kerja antara Komisi X dan Kemdikbud melahirkan berbagai kebijakan strategis. Sebagaimana penjelasan Mendikbud Nadiem Makarim, urai AHP, sebanyak 162.277 dosen pada PTN dan PTS, 1.634.832 guru pendidik pada satuan pendidikan negeri dan swasta, serta 237.623 tenaga perpustakaan, laboratorium, dan tenaga administrasi yang berstatus non-PNS akan menerima BSU sebesar Rp 1.800.000 sebanyak satu kali.

Persyaratan bagi penerima BSU adalah seluruh pendidik dan tenaga kependidikan yang berstatus non-PNS, dengan penghasilan di bawah Rp 5.000.000 yang tidak menerima bantuan/subsidi upah dari Kemenaker dan tidak menerima kartu prakerja sampai dengan 1 Oktober 2020.

Selain itu, tambah dia, pemerintah akan memberikan kesempatan bagi guru honorer untuk mengikuti proses seleksi menjadi guru PPPK sebanyak 3 kali pada tahun 2021.

Pemerintah juga berencana membuka pendaftaran di tahun-tahun berikutnya hingga jumlah guru PPPK di sekolah negeri mencapai 1 juta guru.

AHP menambahkan pemerintah berkomitmen menyediakan dana untuk semua guru yang lulus ujian seleksi melalui transfer pada APBN 2021 untuk gaji guru PPPK beserta tunjangannya yang dibayarkan sesuai kemampuan keuangan daerah.

Berkaitan dengan jumlah formasi guru PPPK, lanjut dia, pemerintah daerah diberikan kesempatan mengajukan lebih banyak formasi guru PPPK sesuai kebutuhannya masing-masing kepada KemenPAN&RB sampai tanggal 31 Desember 2020.

Dengan ditetapkannya kebijakan tersebut, AHP berharap BSU dan kesempatan seleksi PPPK pada tahun 2021 dapat direspon secara maksimal untuk meningkatkan kesejahteraaan guru dan tenaga kependidikan non-PNS di Propinsi Nusa Tenggara Timur.*** (eny)

Berita Terkait

NADI JKN, Solusi Jaga Keaktifan Peserta JKN
Sambut HUT ke-81 RI, Asosiasi Penambang Nikel Ajak Perkuat Hilirisasi dan Tata Kelola Mineral demi Wujudkan Negara Adidaya
Pergi dengan Tekad, Pulang Bawa Berkat, SMKS Yohanes XXIII Maumere di Tingkat Nasional
Kembali dari LKS Tingkat Nasional, Duta Prestasi SMKS Yohanes XXIII Maumere Dapat Beasiswa Pendidikan
Ribuan Guru, Pelajar, dan Alumni Ramaikan Jalan Sehat HUT ke-79 Yapenthom
Free Fire HUT Yapenthom Bikin Seru dan Tegang, Teriakan Booyah Menggelegar
Dorong Prestasi Belajar, Yapenthom Beri Beasiswa Pendidikan kepada 6 Pelajar
4 Unit HP Milik BNI Maumere, Melayang di Semarak Ultah Yapenthom

Berita Terkait

Selasa, 25 Agustus 2026 - 12:26 WITA

237 Penyintas Gempa di Gelora Samador da Cunha Maumere Pulang ke Rumah

Selasa, 25 Agustus 2026 - 10:08 WITA

Bupati Sikka Serius Pilkades Serentak Digelar Tahun Ini, Golkar dan Demokrat Tolak

Selasa, 25 Agustus 2026 - 08:31 WITA

Dugaan Korupsi Bencana di Sikka, Bantuan Seng untuk 5.000 Rumah Belum Teralisir

Selasa, 25 Agustus 2026 - 07:01 WITA

Cair! Rp 200 Miliar dari Presiden untuk Penanggulangan Bencana di NTT

Senin, 24 Agustus 2026 - 21:35 WITA

BTT di Sikka Naik Seribu Persen Lebih, DPRD Ingatkan Potensi Pidana

Senin, 24 Agustus 2026 - 10:45 WITA

53.971 Unit Rumah di Flores Rusak Akibat Guncangan Gempa

Senin, 24 Agustus 2026 - 09:27 WITA

Gelar Aksi Seribu Lilin dan Doa Bersama, OMK Paroki Wolofeo Galang Dana bagi Korban Gempa Bumi

Senin, 24 Agustus 2026 - 08:32 WITA

Uskup Maumere Kunjungi 92 Pasien RSUD TC Hillers Maumere yang Dirawat di Tenda Darurat

Berita Terbaru

Petugas kesehatan dari TNI memeriksa kesehatan penyintas gempa bumi yang hendak pulang ke rumah, Senin (24/8)

Bencana Alam

237 Penyintas Gempa di Gelora Samador da Cunha Maumere Pulang ke Rumah

Selasa, 25 Agu 2026 - 12:26 WITA

Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian sewaktu berkunjung ke Maumere, Rabu (19/8)

Bencana Alam

Cair! Rp 200 Miliar dari Presiden untuk Penanggulangan Bencana di NTT

Selasa, 25 Agu 2026 - 07:01 WITA

Suasana Rapat Paripurna DPRD Sikka, Senin (24/8)

Bencana Alam

BTT di Sikka Naik Seribu Persen Lebih, DPRD Ingatkan Potensi Pidana

Senin, 24 Agu 2026 - 21:35 WITA