APBD Sikka 2021 Bakal Alami Defisit Rp 90 Miliar Lebih

0
209
APBD Sikka 2021 Bakal Alami Defisit Rp 90 Miliar Lebih
Bupati Sikka Fransiskus Roberto Diogo sedang menyampaikan Pengantar Nota Keuangan atas RAPBD 2021, Rabu (18/11) malam

Maumere-SuaraSikka.com: DPRD Sikka bersama pemerintah daerah setempat, Rabu (18/11) mulai membahas RAPBD 2021. Diperkirakan APBD 2021 nanti bakal mengalami defisit Rp 90.436.614.942.

Perolehan defisit APBD 2021 ini diketahui dari target pendapatan daerah dan belanja daerah, sebagaimana yang disampaikan Bupati Sikka melalui Pengantar Nota Keuangan atas RAPBD 2021.

Bupati Sikka Fransiskus Roberto Diogo dalam rapat paripurna di DPRD Sikla menyebutkan pendapatan daerah direncanakan sebesar Rp 889.922.100.000. Sementara belanja daerah direncanakan sebesar Rp 980.358.723.492.

APBD Sikka 2021 Bakal Alami Defisit Rp 90 Miliar Lebih
Suasana rapat paripurna Pengantar Nota Keuangan RAPBD 2021

“Dari target pendapatan daerah dan belanja daerah, maka diperoleh defisit APBD 2021 sebesar Rp 90.436.614.942,” ungkap Bupati Sikka.

Pendapatan daerah untuk tahun 2021, bersumber dari pendapatan asli daerah (PAD) sebesar Rp 100.861.949.152, dan pendapatan transfer sebesar Rp 789.060.159.848.

Sedangkan lain-lain pendapatan daerah yang sah, dianggarkan sebesar Rp 0. Bupati Sikka beralasan karena Pendapatan Hibah Dana BOS untuk SD negeri/swasta dan SMP negeri/swasta tahun 2021 belum ditetapkan oleh Kementerian Pendidikan.

Sementara itu anggaran belanja daerah direncanakan untuk komponen belanja operasi sebesar Rp 707.257.737.648, belanja modal sebesar Rp 49.343.531.980, belanja tidak terduga sebesar Rp 3,5 miliar, dan belanja transfer sebesar Rp 220.257.454.314.

APBD Sikka 2021 Bakal Alami Defisit Rp 90 Miliar Lebih
Pejabat eselon 2 mengikuti rapat paripurna Pengantar Nota Keuangan RAPBD 2021

Pada kesempatan itu, Bupati Sikka juga menjelaskan bahwa penerimaan pembiayaan daerah direncanakan sebesar Rp 112.936.614.942 yang bersumber dari perkiraan sisa lebih perhitungan anggaran (Silpa) tahun sebelumnya.

Pengeluaran pembiayaan daerah direncanakan sebesar Rp 22,5 miliar, terdiri dari penyertaan modal untuk PT Bank NTT sebesar Rp 12 miliar, kepada Perumda Mawarani sebesar Rp 1 miliar, dan pemberian pinjaman daerah kepada koperasi sebesar Rp 500 juta untuk dana bergulir.

Bupati Sikka menambahkan selisih antara anggaran penerimaan pembiayaan dan pengeluaran pembiayaan sebesar Rp 90.436.614.942, merupakan nilai pembiayaan netto yang digunakan untuk membiayai defisit APBD 2021.

Rapat paripurna dengan agenda Pengantar Nota Keuangan atas RAPBD 2021, dipimpin Ketua DPRD Sikka Donatus David, didampingi Wakil Ketua DPRD Sikka Gorgonius Nago Bapa.*** (eny)

TINGGALKAN BALASAN

Silahkan ketik komentar anda
Silahkan ketik nama anda di sini