Bangun Pelabuhan Penyeberangan Terbesar di Flores, Kementerian Perhubungan Lirik Paga

0
169
Bangun Pelabuhan Penyeberangan Terbesar di Flores, Kementerian Perhubungan Lirik Paga
Kepala Dinas Perhubungan NTT Isyak Nuka

Maumere-SuaraSikka.com: Kementerian Perhubungan berencana membangun pelabuhan penyeberangan terbesar di Pulau Flores. Satu-satunya lokasi yang dilirik yakni di wilayah Kecamatan Paga Kabupaten Sikka.

Kepala Dinas Perhubungan NTT Isyak Nuka yang dihubungi melalui ponsel ke Kupang, Kamis (19/11), membenarkan rencana pembangunan pelabuhan penyeberangan di Paga. Dia berharap pemerintah daerah dan masyarakat setempat menyambut baik rencana ini.

“Ini pelabuhan penyeberangan terbesar di Flores, karena bisa disandari kapal-kapal dengan bobot 3.000 GT ke atas,” ungkap dia.

Isyak Nuka menjelaskan sebuah konsultan bernama CV Graha Guna Gatra baru saja menyelesaikan studi kelayakan. Hingga kini hasilnya belum diketahui.

Studi kelayakan itu sendiri dilakukan pada 4 lokasi, yakni Ena Mite Paga Beach, Keli Lo’o, TPI Maulo’o dan Ae Wige Maulo’o.

“Hasil akhirnya belum keluar dari pihak konsultan. Kita harapkan akhir bulan Nopember kita sudah bisa tahu lokasi persisnya. Hal ini dimaksudkan untuk membicarakan lebih lanjut dengan Pemkab Sikka terkait penyediaan lahan. Soalnya pihak Kementerian Perhubungan hanya mau membangun pada lahan yang tidak bermasalah. Prinsipnya lahan harus clear and clean,” jelas Isyak Nuka.

Dia menambahkan studi kelayakan mencakupi lokasi yang tepat untuk dibangunnya sebuah pelabuhan penyeberangan, ditinjau dari aspek teknis seperti, arus, gelombang, pasang, surut, dan arah angin, serta kedalaman perairan.

Setelah studi kelayakan, lanjutnya, pemerintah daerah setempat harus mulai melakukan pembebasan lahan sesuai lokasi yang ditunjuk. Lahan yang sudah dibebaskan harus bersertifikat, dan dihibahkan kepada Kementerian Perhubungan.

Sementara itu pihak propinsi pada tahun depan akan melakukan Studi Master Plan, Studi SID, DED dan Amdal. Dia memastikan proses pembangunan akan dilaksanakan pada tahun 2022.

“Kami sangat berharap Bupati Sikka bersama jajaran menyiapkan masyarakat untuk menerima kehadiran sebuah pelabuhan penyeberangan,” ujar dia.

Secara terpisah, Don Ara Kian, staf ahli CV Graha Guna Gatra, memastikan pihaknya akan menyampaikan hasil studi kelayakan pada akhir Nopember 2020 ini.

“Sementara ini sedang finalisasi. Sesuai kontrak kami akan sampaikan pada akhir Nopember ini,” jelas dia melalui ponsel.

Sebelumnya, pada Rabu (18/11) malam, Ketua DPRD Sikka Donatus David menyinggung rencana pembangunan pelabuhan penyeberangan di Paga.

Dia mengatakan pada prinsipnya DPRD Sikka menyetujui dan mendorong Pemkab Sikka agar setelah penetapan lokasi oleh konsultan, pemerintah daerah setempat segera membebaskan lahan dan melakukan sertifikasi. Menurutnya luas lahan yang dibutuhkan kurang lebih 2,5 hektar.

Pembangunan pelabuhan penyeberangan di Paga, berawal dari permohonan warga masyarakat di wilayah itu kepada Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat. Aspirasi ini kemudian diperjuangkan melalui Kementerian Perhubungan.*** (eny)

TINGGALKAN BALASAN

Silahkan ketik komentar anda
Silahkan ketik nama anda di sini