Kasus Uang Hilang di Toko Rezeki, APIP Periksa Bendahara Desa Wolodesa

0
370
Kasus Uang Hilang di Toko Rezeki, APIP Periksa Bendahara Desa Wolodesa
Ransel bendahara desa ditemukan di Jalan Brai

Maumere-SuaraSikka.com: Aparat Pengawasan Interen Pemerintah (APIP) Kabupaten Sikka tengah memeriksa Bendahara Desa Wolodesa Kecamatan Mego Theresia Pio terkait kasus hilangnya uang desa di Toko Rezeki di Maumere beberapa waktu lalu.

Bupati Sikka Fransiskus Roberto Diogo mengakui APIP telah melakukan pemeriksaan lebih lanjut sebagai dasar penyelesaian masalah.

Dia menjelaskan bahwa terhadap kasus ini pemerintah telah meminta keterangan dari kepala desa dan bendahara desa. Berdasarkan keterangan 2 orang tersebut, diketahui telah terjadi kelalaian yang dilakukan bendahara desa.

Bupati Sikka menambahkan sesuai Pasal 88 Perbup Nomor 1 Tahun 2020 tentang Pengelolaan Keuangan Desa, bahwa kerugian desa yang terjadi karena adanya pelanggaran administratif dan atau pelanggaran pidana diselesaikan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

“Untuk itu yang bertanggungjawab mengembalikan dana desa yang hilang adalah bendahara desa,” jelas Bupati Sikka, Sabtu (21/11) di DPRD Sikka.

Menurut dia, bendahara desa telah mengembalikan sebanyak Rp 56.300.000. Sementara sisanya sebesar Rp 104.642.500, bendahara desa mengaku tidak mampu lagi mengembalikannya.

Sebagaimana diketahui, uang desa sebesar Rp 160.942.500 hilang di Toko Rezeki pada 7 Agustus 2020 lalu. Dana tersebut difungsikan untuk warga terdampak Covid-19 di Desa Wolodesa.

Uang sebanyak itu hilang digasak maling dari tempat penitipan barang di Toko Rezeki Maumere, Jumat (7/8).

Diketahui saat kejadian, bendahara desa mendatangi Toko Rezeki untuk berbelanja. Dia menitipkan tas ransel warna biru miliknya di tempat penitipan barang. Setelah selesai belanja, dia pun ke tempat penitipan barang untik mengambil ransel. Ternyata ransel tersebut sudah tidak ada lagi.

Dalam perkembangan penyelidikan di Polres Sikka, ransel tersebut ditemui di Jalan Brai Kelurahan Nangalimang Kecamatan Alok Timur .

Farel, bocah berusia 12 tahun yang menemukan ransel tersebut 4 hari setelah ransel tersebut dinyatakan hilang. Dalam ransel tersebut terdapat uang Rp 102.000.*** (eny)

TINGGALKAN BALASAN

Silahkan ketik komentar anda
Silahkan ketik nama anda di sini