Kasus Uang Hilang di Toko Rezeki, APIP Periksa Bendahara Desa Wolodesa

Avatar photo

- Redaksi

Senin, 23 November 2020 - 12:10 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

Dibaca 30 kali
facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ransel bendahara desa ditemukan di Jalan Brai

Ransel bendahara desa ditemukan di Jalan Brai

Maumere-SuaraSikka.com: Aparat Pengawasan Interen Pemerintah (APIP) Kabupaten Sikka tengah memeriksa Bendahara Desa Wolodesa Kecamatan Mego Theresia Pio terkait kasus hilangnya uang desa di Toko Rezeki di Maumere beberapa waktu lalu.

Bupati Sikka Fransiskus Roberto Diogo mengakui APIP telah melakukan pemeriksaan lebih lanjut sebagai dasar penyelesaian masalah.

Dia menjelaskan bahwa terhadap kasus ini pemerintah telah meminta keterangan dari kepala desa dan bendahara desa. Berdasarkan keterangan 2 orang tersebut, diketahui telah terjadi kelalaian yang dilakukan bendahara desa.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Bupati Sikka menambahkan sesuai Pasal 88 Perbup Nomor 1 Tahun 2020 tentang Pengelolaan Keuangan Desa, bahwa kerugian desa yang terjadi karena adanya pelanggaran administratif dan atau pelanggaran pidana diselesaikan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Baca Juga :  Anak-Anak di Nitunglea-Palue Lewati 5 Titik Longsoran Ekstrim Demi Ambil Bantuan Sembako

“Untuk itu yang bertanggungjawab mengembalikan dana desa yang hilang adalah bendahara desa,” jelas Bupati Sikka, Sabtu (21/11) di DPRD Sikka.

Menurut dia, bendahara desa telah mengembalikan sebanyak Rp 56.300.000. Sementara sisanya sebesar Rp 104.642.500, bendahara desa mengaku tidak mampu lagi mengembalikannya.

Sebagaimana diketahui, uang desa sebesar Rp 160.942.500 hilang di Toko Rezeki pada 7 Agustus 2020 lalu. Dana tersebut difungsikan untuk warga terdampak Covid-19 di Desa Wolodesa.

Uang sebanyak itu hilang digasak maling dari tempat penitipan barang di Toko Rezeki Maumere, Jumat (7/8).

Baca Juga :  PDI Perjuangan Lepas Kapal RS Laksamana Malahayati Bantu Korban Gempa di NTT

Diketahui saat kejadian, bendahara desa mendatangi Toko Rezeki untuk berbelanja. Dia menitipkan tas ransel warna biru miliknya di tempat penitipan barang. Setelah selesai belanja, dia pun ke tempat penitipan barang untik mengambil ransel. Ternyata ransel tersebut sudah tidak ada lagi.

Dalam perkembangan penyelidikan di Polres Sikka, ransel tersebut ditemui di Jalan Brai Kelurahan Nangalimang Kecamatan Alok Timur .

Farel, bocah berusia 12 tahun yang menemukan ransel tersebut 4 hari setelah ransel tersebut dinyatakan hilang. Dalam ransel tersebut terdapat uang Rp 102.000.*** (eny)

Berita Terkait

Meski Masa Tanggap Darurat, Sekolah di Sikka Mulai Tatap Muka, Prioritaskan Keselamatan dan Fokus Hilangkan Trauma
Status Tanggap Darurat Gempa Bumi Tektonik di Sikka Diperpanjang Hingga 11 September 2026
Kemdikti Gratiskan UKT 5.000 Mahasiswa Terdampak Gempa NTT
Ruang Tunggu Ambruk, 3 Orang Meninggal Dunia, PMKRI Maumere Desak Audit Forensik Pelabuhan Laurens Say
Rehab-Rekon Pascagempa Bumi di Sikka, Golkar Serukan Pakai Bantuan Presiden Rp 20 Miliar, BTT Jangan Diganggu
Sikka Fokus 4 Pilar Capai Target Pajak Daerah
Wali Kota Kupang Serahkan Bantuan Rp 200 Juta dan 500 Paket Sembako untuk Korban Gempa di Sikka
Dana Desa di Sikka Anjlok Setengah Bagian, Pelayanan Tidak Optimal

Berita Terkait

Minggu, 30 Agustus 2026 - 10:42 WITA

Meski Masa Tanggap Darurat, Sekolah di Sikka Mulai Tatap Muka, Prioritaskan Keselamatan dan Fokus Hilangkan Trauma

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 23:13 WITA

Status Tanggap Darurat Gempa Bumi Tektonik di Sikka Diperpanjang Hingga 11 September 2026

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 21:41 WITA

Kemdikti Gratiskan UKT 5.000 Mahasiswa Terdampak Gempa NTT

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 19:10 WITA

Ruang Tunggu Ambruk, 3 Orang Meninggal Dunia, PMKRI Maumere Desak Audit Forensik Pelabuhan Laurens Say

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 12:13 WITA

Rehab-Rekon Pascagempa Bumi di Sikka, Golkar Serukan Pakai Bantuan Presiden Rp 20 Miliar, BTT Jangan Diganggu

Jumat, 28 Agustus 2026 - 11:56 WITA

Wali Kota Kupang Serahkan Bantuan Rp 200 Juta dan 500 Paket Sembako untuk Korban Gempa di Sikka

Jumat, 28 Agustus 2026 - 10:37 WITA

Dana Desa di Sikka Anjlok Setengah Bagian, Pelayanan Tidak Optimal

Kamis, 27 Agustus 2026 - 16:01 WITA

BNPB Komitmen Percepat Proses Rehab-Rekon Pascagempa Bumi Tektonik di Flores, Rumah Rusak Mencapai 77.912 Unit

Berita Terbaru

Sebuah rumah warga di Kecamatan Palue Kabupaten Sikka rusak berat diguncang gempa bumi tektonik Sabtu (15/8) lalu

Bencana Alam

Kemdikti Gratiskan UKT 5.000 Mahasiswa Terdampak Gempa NTT

Sabtu, 29 Agu 2026 - 21:41 WITA