Soal Mutasi Nakes di Sikka, Sekda Pening

0
496
Banggar dan Bupati Sikka Bahas Ulang DID, Rapat Dilaksanakan Tertutup
Suasana rapat anggaran beberapa waktu lalu

Maumere-SuaraSikka.com: Penjabat Sekretaris Daerah Sikka Wihelmus Sirilus mengaku pening menghadapi mutasi tenaga kesehatan (nakes) yang terjadi baru-baru ini.

Mutasi yang menggunakan pola surat pindah tugas sementara tersebut, hingga kini malah melahirkan persoalan baru. Pasalnya banyak fasilitas kesehatan (faskes) yang kekurangan nakes, sementara di pihak lain terjadi penumpukan nakes di 3 Puskesmas.

“Soal mutasi nakes ini memang menjadi kekurangan kami. Ini terjadi tarik menarik antara Kepala Dinas Kesehatan dan Kepala BKDPSDM. Mereka dua ini bikin saya sakit hati sekali,” ungkap Sekda Sikka di depan rapat Badan Anggaran (Banggar) DPRD Sikka, Selasa (24/11).

Dia mengatakan Dinas Kesehatan sudah melakukan kajian untuk penempatan nakes. Sementara itu hingga kini BKDPSDM belum menindaklanjuti hal tersebut.

Tarik menarik kepentingan ini, lanjut dia, yang membuatnya pening. Dia mengaku telah menggunakan pendekatan kepada dua pimpinan OPD tersebut agar masalah nakes di Sikka segera bisa diselesaikan.

Pimpinan Banggar Gorgonius Nago Bapa menyentil berlarut-larutnya penyelesaian penempatan nakes. Padahal, kata dia, sudah ada kajian yang disampaikan Dinas Kesehatan.

“Kajian sudah ada, tinggal menunggu surat keputusan. Lalu maslahnya di mana, kok berlarut-larut,” tanya dia.

Terhadap hal ini, Wihelmus Sirilus menjelaskan persoalan kekurangan dan penumpukan nakes, dalam waktu dekat ini sudah bisa terjawab. Dia mengaku telah memberikan paraf pada 119 undangan untuk didistribusi kepada aparatur sipil negara (ASN) yang akan mendapatkan kebijakan mutasi dalam waktu dekat ini.

Sebelumnya Anggota Banggar Stef Sumandi mempertanyakan mandeknya pelayanan kesehatan di Poskesdes Glak dan Poskesdes Egon Gahar di Kecamatan Mapitara, akibat tidak ada nakes yang bertugas di dua faskes tersebut.

Ketua Fraksi PDIP ini sangat marah dengan realitas ini. Dia menuding Pemkab Sikka tidak serius menyelesaikan persoalan penempatan nakes.

Anggota Banggar dari Fraksi Partai Nasdem Petrus da Silva menyitir mutasi nakes sebagai kebijakan yang buruk. Dia memberi contoh seorang bidan yang sebelumnya bertugas di Puskesmas Paga, dipindahkan sebagai salah satu kepala seksi di Kantor Kecamatan Paga.

“Pemerintah selalu beralasan kekurangan nakes, tapi anehnya, ada bidan yang dimutasikan ke Kantor Kecamatan Paga. Ini kan lucu,” kesal Petrus da Silva.

Catatan media ini, sejumlah anggota DPRD Sikka sudah menyuarakan persoalan kekurangan dan penumpukan nakes sejak pembahasan KUAPPAS September lalu. Namun pemeribtah sama sekali tidak menindaklanjuti.*** (eny)

TINGGALKAN BALASAN

Silahkan ketik komentar anda
Silahkan ketik nama anda di sini