Maumere-SuaraSikka.com: Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Maumere I Putu Sudayana memberikan apresiasi kepada Tim Rescue Basarnas Maumere yang telah menyelamatkan 7 penumpang speedboat Puskesmas Teluk.

“Saya mengucapkan terima kasih setinggi-tingginya kepada tim Rescue Basarnas Maumere yang telah sigap dalam melaksanakan Operasi SAR hari ini sehingga korban dapat dievakuasi dengan selamat ke Pelabuhan Laurens Say Maumere,” ujar dia sebagaimana rilis yang diterima media ini, Kamis (26/11) malam.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Putu Sudayana yang bertindak sebagai SAR Mission Coordinator (SMC) juga menyampaikan terima kasih kepada potensi SAR maupun
keluarga korban yang telah membantu pelaksanaan Operasi SAR sehingga semuanya bisa berjalan lancar dan aman.
Dia berharap Operasi SAR yang merupakan salah satu bentuk misi kemanusiaan, mendapatkan pahala yang besar dari Yang Maha Esa.
Sebagaimana diketahui, Tim Basarnas Maumere berhasil mengevakuasi 7 penumpang speedboat Puskesmas Teluk ke Pelabuhan Laurens Say Maumere, Kamis (26/11).
Speedboat Puskesmas Teluk tersebut mengalami mati mesin mendadak di tengah laut dalam perjalanan dari Desa Pemana menuju Maumere. Sebanyak 7 penumpang, dikabarkan hendak menjalani swab test, menyusul meninggalnya SH akibat Covid-19.

Putu Sudayana menjelaskan sekitar pukul 14.40 Wita Basarnas Maumere menerima laporan kejadian dari Mihar, salah seorang penumpang speedboat. Bersasarkan laporan itu, pihaknya langsung melaksanakan koordinasi dengan instansi
potensi SAR yang ada di Maumere seperti Lanal Maumere, Polair Polda NTT dan keluarga korban.
Setelah 20 menit sesudahnya, Tim Rescue Basarnas Maumere berjumlah 5 orang berangkat menuju lokasi kejadian dengan menggunakan 1 unit RIB 500 PK Basarnas Maumere yang telah dilengkapi Palsar Air lainnya dan APD lengkap.

Begitu tiba di lokasi kejadian, Tim Rescue langsung melakukan proses evakuasi terhadap 7 orang penumpang speedboat, dipindahkan ke RIB Basarnas Maumere. Para penumpang selanjutnya dibawa ke Pelabuhan Laurens Say Maumere.
Sementara itu seorang nahkoda dan 1 anak buah kapal (ABK) tetap berada di dalam speedboat. Speedboat itu sendiri kemudian dievakuasi ke Desa Pemana.*** (eny)















