Lewoleba-SuaraSikka.com: Sejumlah pengungsi Gunung Ile Lewotolok terpaksa tidur beralaskan kardus bekas. Hal ini karena terbatasnya sarana prasarana yang disiapkan Pemkab Lembata.
Kondisi miris ini antara lain terlihat pada lokasi pengungsian di Kantor Perpustakaan Lembata. Sejumlah ibu memanfaatkan kardus berkas sebagai alas tidur. Mereka beralasan karena tidak mendapatkan tikar.

ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Rosalia Ose, salah satu pengungsi, memaklumi kondisi yang terjadi. Meski demikian dia berharap pemerintah daerah setempat segera mencarikan solusi, sehingga tidak menimbulkan masalah baru bagi pengungsi.

Di beberapa lokasi lain, sejumlah pengungsi mendapatkan alas tidur yang lebih baik. Ada yang langsung tidur di atas bentangan terpal, ada juga yang mendapatkan tikar.

Kepala BPBD Lembata Kanisius Making mengaku pihaknya mengalami banyak kekurangan dalam penanganan awal kebutuhan dasar pengungsi Gunung Ile Lewotolok.
Masalahnya karena pemerintah daerah mengalami kekurangan sarana dan prasarana. Selain itu, tambah dia, arus pengungsi pun terus bertambah. Pemerintah harus menghadapi realitas yang terjadi.
Jumlah pengungsi kini sudah sekitar 5.000 orang, tersebar pada 7 lokasi yang berbeda. Semua mereka berasal dari Kecamatan Ile Ape dan Ile Ape Timur, dua wilayah yang paling dekat dengan Gunung Ile Lewotolok.

Sementara itu hingga Senin (30/9) siang, Gunung Ile Lewotolok terus erupsi dengan intensitas rendah. Gunung berapi ini menyemburkan abu vulkanik setinggi kurang lebih 1.000 meter.*** (eny)















