Wao! 116 Karyawan Tuntut KCBS Segera Bayar Gaji, Diperkirakan Lebih dari Rp 200 Juta

    0
    3004
    Wao! 116 Karyawan Tuntut KCBS Segera Bayar Gaji, Diperkirakan Lebih dari Rp 200 Juta
    Karyawan PT KCBS memberikan keterangan kepada wartawan, Sabtu (30/10)

    Maumere-SuaraSikka.com: Sebanyak 116 karyawan PT Karya Cipta Buana Sentosa (KCBS)menuntut manajemen perusahaan itu segera membayar gaji mereka. Diperkirakan lebih dari Rp 200 juta yang belum dibaĆ½arkan.

    Vincentius Vinselinus, perwakilan karyawan, menjelaskan karyawan mengalami masalah prmbayaran gaji sejak Mei hingga Oktober 2021. Untuk bulan Mei dan Juni, perusahaan hanya memberikan panjar. Selanjutnya sejak Juli hingga Oktober sama sekali belum dibayar.

    “Kami ada 95 karyawan tetap dan 21 karyawan lepas. Kalau dihitung, kira-kira lebih dari Rp 200 juta,” ungkap dia kepada wartawan, Sabtu (30/10) di Maumere.

    Selain masalah gaji, para karyawan juga mempersoalkan iuran BPJS Kesehatan dan BPJS Ketenagakerjaan.

    Iuran BPJS Kesehatan dan BPJS Ketenagakerjaan dipotong setiap bulan dari gaji karyawan. Dari pemotongan tersebut, kemudian perusahaan menyetor ke BPJS Kesehatan dan BPJS Ketenagakerjaan.

    Pada akhirnya karyawan mengetahui jika perusahaan tidak lagi menyetor iuran sejak Oktober 2020.

    Vincentius Vinselinus mengatakan dia baru mengetahui mandeknya setoran iuran BPJS Kesehatan ketika istrinya mengalami sakit. Kartu JKN-KIS miliknya tidak bisa diakses, karena masih terdapat tunggakan yang cukup besar.

    “Padahal setiap bulan perusahaan potong gaji kami untuk bayar iuran, dan itu langsung tertera pada slip gaji,” terang Vinsentius Vinselinus.

    Kantor PT KCBS di Kelurahan Wailiti

    Masalah lain yang terungkap yakni santunan kematian. Soal ini dikeluhkan Laurensia Sina, istri Viktor Nong Gole, karyawan KCBS yang meninggal tahun lalu.

    Perempuan ini merasa kecewa karena hingga sekarang belum menerima santunan kematian secara utuh.

    “Perusahan panjar sedikit-sedikit,” keluh dia.

    Laurensia Sina juga merasa tidak adil karena besaran santunan kematian bagi suaminya, jauh lebih kecil yang dibayarkan perusahaan untuk karyawan lain yang meninggal.

    Padahal, kata dia, suaminya bekerja sudah sangat lama, bahkan sejak perusahaan ini masih dikelola PT Mintraco.

    “Karyawan yang baru kerja 2 tahun, dapat Rp 50 juta. Suami saya sudah kerja puluhan tahun, tapi santunan lebih kecil. Sudah kecil, bayarnya panjar lagi,” ujar dia kecewa.

    Vinsentius Vinselinus mengatakan pihaknya sudah menyampaikan persoalan ini kepada manajemen. Namun, kata dia, sejauh ini belum ada upaya untuk menyelesaikan persoalan tersebut.

    Karena itu, katanya, para karyawan sudah melaporkan persoalan ini kepada Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi Kabupaten Sikka untuk memfasilitasi persoalan yang dialami karyawan KCBS.

    Sementara itu Direktur PT KCBS Theodorus Ervianus Uji Hon belum sempat diklarifikasi. Media ini sempat ke Kantor KCBS di Kelurahan Wailiti, Sabtu (30/10), persis pada kegiatan ekspor perdana tuna dan cakalang ke Malaysia dan Jepang, namun dikabarkan yang bersangkutan tidak hadir pada saat itu.

    Informasi yang direkam media ini, pada Selasa (2/11) mendatang, PT KCBS bersama Disnaker Sikka akan memberikan sosialisasi kepada semua karyawan terkait penerapan aturan terbaru ketenagakerjaan pada masa pandemi Covid.*** (eny)

    TINGGALKAN BALASAN

    Silahkan ketik komentar anda
    Silahkan ketik nama anda di sini