


Jakarta-SuaraSikka.com: Wakil Ketua Komisi XIII DPR RI Andreas Hugo Pareira (AHP) memberikan apresiasi setinggi-tngginya atas karya-karya jurnalistik yang berperspektif hak azasi manusia (HAM). Apresiasi terutama diberikan kepada wartawan yang mengikuti lomba karya jurnalistik Komnas Perempuan AJI (Aliansi Jurnalis Independen).
Jurnalisme berbasis HAM adalah praktik jurnalistik yang menempatkan martabat manusia sebagai pusat pemberitaan. Peliputan kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak memerlukan kehati-hatian tinggi agar tidak menimbulkan dampak lanjutan bagi korban maupun pelapor. Masih banyak kasus kekerasan yang belum terungkap karena keterbatasan akses dan kurangnya sensitivitas dalam pemberitaan.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
AHP mengapresiasi seorang jurnalis lokal dari Kabupaten Nagekeo Propinsi NTT yang masuk nominasi 8 besar lomba karya jurnalistik Komnas Perempuan AJI. Severinus Waja, wartawan media NTTviva, adalah salah satu dari ratusan jurnalis yang mengikuti lomba jurnalistik Komnas Perempuan. Wartawan ini menyoroti isu perlindungan perempuan dan anak serta mengedepankan perspektif HAM.
Severinus Waja menulis sebuah karya jurnalistik berjudul “Ketika Luka Tak Bisa Sembuh di Rumah Sendiri: Potret Korban Kekerasan Yang Butuh Ruang Aman”. Tulisan ini menggambarkan realitas lapangan yang mendalam terkait pelanggaran HAM.
Oleh Dewan Juri independen, tulisan Severinus Waja ini dinilai layak masuk dalam karya jurnalistik terbaik. Severinus Waja mengungkap keberpihakan kepada korban, dan menyoroti kendala terkait penanganan korban pelecehan seksual. Apalagi di daerah yang tidak tersedia rumah aman bagi korban yang menyebabkan korban mengalami pelecehan secara terus-menerus karena masih tinggal serumah dengan pelaku.
Wakil Ketua Komisi XIII Andreas Hugo Pareira menegaskan agar Komnas HAM, Komnas PPA dan LPSK memperhatikan dan merealisasikan pesan yang disampaikan jurnalis lokal ini.
Halaman : 1 2 Selanjutnya


Ikuti Kami
Subscribe











