Pemerintah Jangan Batasi Hak Guru Honor Ikut Pengangkatan PPPK

Avatar photo

- Redaksi

Kamis, 2 Desember 2021 - 09:37 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

Dibaca 23 kali
facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Maumere-SuaraSikka.com: Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbud Ristek) telah menerbitkan kebijakan rekruitmen 1 juta formasi guru Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) untuk tahun 2021. Sejatinya pemerintah daerah jangan membatasi hak-hak guru honor untuk mengikuti kebijakan tersebut.

Pernyataan ini disampaikan Wakil Ketua Komisi 3 DPRD Sikka Wenseslaus Wege, Rabu (1/12), untuk menanggapi rendahnya proses seleksi pengangkatan PPPK di Kabupaten Sikka.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kabupaten Sikka mendapat kuota 1.201 guru honorer untuk diangkat menjadi PPPK. Namun hingga Desember 2021 ini praktis baru 362 formasi yang terisi.

Politisi Partai Hanura itu menilai terkadang pemerintah daerah, dalam hal ini dinas teknis, tidak mampu membaca dan menterjemakan secara baik regulasi yang ditetapkan Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (KemenPANRB) terkait kewajiban memenuhi pengangkatan formasi PPPK.

Baca Juga :  Serunya Lomba Cerdas Cermat 4 Pilar Kebangsaan di SMKS Yohanes XXIII Maumere, SMPK MBC Ohe Beri Ancaman Serius

“Sudah ada aturan dalam PermenPANRB Nomor 28 Tahun 2021. Jadi tidak ada alasan untuk tidak dilaksanakan,” tegas mantan guru pada sebuah SMK di Kota Maumere itu.

Dalam semangat mendukung kebijakan rekruitmen 1 juta guru PPPK, Wens Wege mendorong BKDPSDM Sikka sebagai dinas teknis, untuk segera melaksanakan proses seleksi sebagaimana kuota yang telah ditetapkan bagi Kabupaten Sikka.

“Saran saya, agar pemerintah daerah mendorong semua guru honor untuk diberikan kesempatan mengikuti tes menjadi guru PPPK. Jangan batasi jatah formasi yang diberikan kepada daerah ini,” tegas dia.

Wens Wege juga menyinggung alasan BKDPSDM tidak melaksanakan proses seleksi akibat terkendala biaya.

Baca Juga :  Bukan Sekadar Belajar di Kelas, SMPK Yapenthom 2 Maumere Gandeng Frater Ledalero Ajak Siswa Kenali Diri dan Bertumbuh dalam Kasih

Bagi dia, persoalan tersebut sebenarnya bisa dikomunikasikan. Dia menyarankan BKDPSDM segera membuat rancangan anggaran biaya sesuai peruntukannya, kemudian diajukan ke lembaga legislatif.

Sebelumnya, anggota Komisi X DPR RI Fraksi PDI Perjuangan Andreas Hugo Pareira (AHP) menyayangkan pengajuan guru formasi PPPK oleh pemerintah kabupaten/kota di Propinsi NTT hingga triwulan keempat 2021, masih jauh dari kuota yang ditetapkan pemerintah pusat.

Padahal, kata dia, pemerintah telah menyiapkan anggaran sebesar Rp 157.091.699.700 untuk lebih dari 8.000 formasi guru PPPK di propinsi itu.

Wakil rakyat dari Dapil NTT 1 itu mendorong pemerintah daerah untuk segera memenuhi pengangkatan PPPK sesuai alokasi yang ditetapkan pemerintah pusat.*** (eny)

Berita Terkait

SMP Negeri 1 Maumere Cetak Prestasi, Raih Juara Lomba Cerdas Cermat 4 Pilar Kebangsaan
Door Prize Handphone Ramaikan Lomba Cerdas Cermat 4 Pilar Kebangsaan di SMKS Yohanes XXIII Maumere
Serunya Lomba Cerdas Cermat 4 Pilar Kebangsaan di SMKS Yohanes XXIII Maumere, SMPK MBC Ohe Beri Ancaman Serius
Bukan Sekadar Belajar di Kelas, SMPK Yapenthom 2 Maumere Gandeng Frater Ledalero Ajak Siswa Kenali Diri dan Bertumbuh dalam Kasih
49 Tim SMP di Sikka Ramaikan Lomba Cerdas Cermat 4 Pilar Kebangsaan di SMKS Yohanes XXIII Maumere
Groudbreaking Kampung Nelayan Merah Putih di Wuring, Bupati Sikka: Kita Dukung Ekosistem Ekonomi Kelautan yang Terintegrasi
Pemerintah Gandeng Perbankan, Bikin Cantik Wajah Kota Maumere
Bupati Sikka “Tampar” ASN: Jangan Lihat Pekerjaan Hanya sebagai Rutinitas Administrasi

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 08:32 WITA

BPJS Kesehatan Perluas Kerja Sama dengan Asuransi Kesehatan Tambahan

Jumat, 2 Oktober 2026 - 23:58 WITA

6 Janji Jenderal Suyudi Awali Langkah Jadi Kapolri

Kamis, 17 September 2026 - 22:07 WITA

BPJS Kesehatan Dorong Layanan Jantung Berbasis Outcome

Jumat, 11 September 2026 - 08:50 WITA

Ciri-ciri Pelaku Penembakan di Papua Sudah Diketahui, Polisi Sita Selongsong Peluru

Kamis, 10 September 2026 - 15:06 WITA

KKB Pimpinan Egianus  Kagoya Tembak Mati 3 WNI, 1 Korban Asal Sikka

Senin, 7 September 2026 - 19:54 WITA

BPJS Kesehatan Bangun Standar Customer Excellence melalui CX126

Rabu, 26 Agustus 2026 - 19:35 WITA

Melchias Mekeng Resmi Pimpin Komisi XII DPR RI

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 06:33 WITA

NADI JKN, Solusi Jaga Keaktifan Peserta JKN

Berita Terbaru