Nelayan Paga Hilang di Perairan Doreng

Avatar photo

- Redaksi

Rabu, 30 November 2022 - 00:36 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

Dibaca 99 kali
facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Persiapan pencarian nelayan Paga yang hilang di Perairan Doreng, Selasa (29/11) (foto: istimewa)

Persiapan pencarian nelayan Paga yang hilang di Perairan Doreng, Selasa (29/11) (foto: istimewa)

Maumere-SuaraSikka.com: Informasi nelayan hilang saat melaut, kembali datang dari Kabupaten Sikka. Kabar terbaru, seorang nelayan asal Kecamatan Paga hilang di Perairan Doreng Kecamatan Doreng.

Nelayan tersebut diketahui bernama Retang. Sejauh ini belum ada identitas yang lebih valid tentang nelayan tersebut, misalnya berapa umurnya dan alamat domisili selama ini.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Retang dikabarkan melaut di Perairan Doreng sejak Senin (28/11). Namun hingga siang tadi nelayan ini belum saja kembali ke rumah.

Baca Juga :  Jello Sadipun Harumkan Sikka di Kejurnas Tarung Derajat, Sabet Emas dan Petarung Favorit Terbaik

Kasus nelayan hilang ini disampaikan Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Maumere Lalu Wahyu Efendi melalui keterangan pers resmi kepada media ini, Selasa (29/11) malam.

Lalu Wahyu Efendi menerangkan setelah menerima informasi nelayan hilang, pada pukul 16.30 Wita dia memberangkatkan
Tim Rescue Kantor SAR Maumere berjumlah 7 personil ke lokasi kejadian.

Tim Rescue Kantor SAR Maumere bersama potensi SAR, seperti
Tagana, anggota Polsek Bola serta keluarga dan masyarakat setempat, langsung melaksanakan penyisiran di sekitar Pantai Doreng.

Baca Juga :  Fenomena Langka! Gempa Susulan Flores Nyaris 10 Ribu Kali, Mengapa Sesar Lain Ikut "Terbangun"?

Upaya penyisiran pada hari pertama belum mencapai hasil. Tim SAR Gabungan mengalami kendala keterbatasan jarak pandang karena sudah menjelang malam hari.

Lalu Wahyu Efendi memastikan Operasi SAR untuk sementara dihentikan, dan akan dilanjutkan pada Rabu (30/11) sesuai rencana operasi yang telah dibuat.*** (eny)

Berita Terkait

Jangan Jadikan Nusa Tenggara Timur Seperti Irlandia: Sebuah Kajian Sosial-Budaya
Gempa Bumi Tektonik 4,6 Magnitudo Dirasakan di Nagekeo, Tidak Berpotensi Tzunami
Dokumen Persyaratan Sudah Terpenuhi, Ketua Fraksi Partai Gerindra Sikka Desak Definitifkan SD Borablupur
Dinas PKO Sikka Diduga Membiarkan Pungutan di Sekolah
Pernah Hilang Saat Tsunami 1992, Mata Air di Talibura-Sikka Muncul Lagi Usai Gempa Bumi Tektonik
Fenomena Langka! Gempa Susulan Flores Nyaris 10 Ribu Kali, Mengapa Sesar Lain Ikut “Terbangun”?
Jello Sadipun Harumkan Sikka di Kejurnas Tarung Derajat, Sabet Emas dan Petarung Favorit Terbaik
Meski Masa Tanggap Darurat, Sekolah di Sikka Mulai Tatap Muka, Prioritaskan Keselamatan dan Fokus Hilangkan Trauma

Berita Terkait

Sabtu, 5 September 2026 - 09:55 WITA

Jangan Jadikan Nusa Tenggara Timur Seperti Irlandia: Sebuah Kajian Sosial-Budaya

Jumat, 4 September 2026 - 08:03 WITA

Gempa Bumi Tektonik 4,6 Magnitudo Dirasakan di Nagekeo, Tidak Berpotensi Tzunami

Jumat, 4 September 2026 - 06:53 WITA

Dokumen Persyaratan Sudah Terpenuhi, Ketua Fraksi Partai Gerindra Sikka Desak Definitifkan SD Borablupur

Kamis, 3 September 2026 - 19:58 WITA

Dinas PKO Sikka Diduga Membiarkan Pungutan di Sekolah

Selasa, 1 September 2026 - 19:26 WITA

Fenomena Langka! Gempa Susulan Flores Nyaris 10 Ribu Kali, Mengapa Sesar Lain Ikut “Terbangun”?

Senin, 31 Agustus 2026 - 12:32 WITA

Jello Sadipun Harumkan Sikka di Kejurnas Tarung Derajat, Sabet Emas dan Petarung Favorit Terbaik

Minggu, 30 Agustus 2026 - 10:42 WITA

Meski Masa Tanggap Darurat, Sekolah di Sikka Mulai Tatap Muka, Prioritaskan Keselamatan dan Fokus Hilangkan Trauma

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 23:13 WITA

Status Tanggap Darurat Gempa Bumi Tektonik di Sikka Diperpanjang Hingga 11 September 2026

Berita Terbaru

Suasana Rapat Badan Anggaran DPRD Sikka, Kamis (3/9)

Daerah

Dinas PKO Sikka Diduga Membiarkan Pungutan di Sekolah

Kamis, 3 Sep 2026 - 19:58 WITA