
BMKG Sosialisasikan Peta Bahaya Tsunami di Maumere
Maumere-SuaraSikka.com: Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Geofisika Kupang melakukan sosialisasi Peta Bahaya Tsunami di Maumere Kabupaten Sikka, Selasa (6/12).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Sosialisasi berlangsung di Aula Lantai 3 Kantor Bupati Sikka di Jalan Eltari. Hadir dalam sosialisasi ini unsur TNI/Polri, Basarnas Maumere, BPBD Sikka, termasuk para Camat dan Lurah di Kabupaten Sikka.

Pada kesempatan sosialisasi, Kepala Stasiun Geofisika Kupang Margiono menjelaskan alasan dibuatkan Peta Bahaya Tsunami di Maumere.
Maumere, kata dia, pernah mengalami gempa bumi berkekuatan 7,5 SR yang diikuti tsunami pada Desember 1992 silam. Peristiwa tersebut telah menelan lebih dari 2.000 korban jiwa serta berbagai fasilitas publik.
Selain itu, tambah dia, Maumere pernah dilanda gempa bumi pada Desember 2021 lalu. Dari peristiwa tahun lalu, diketahui terdapat patahan baru.
Berangkat dari fakta-fakta ini, pada Juni lalu Stasiun Geofisika melakukan survei penyusunan peta rawan tsunami dan mikrozonasi di Kabupaten Sikka.
Survei dimaksud merupakan rangkaian proses pemodelan skenario terburuk apabila terjadi gempa bumi yang mengakibatkan tsunami, yang menggambarkan ketinggian dan waktu tiba gelombang tsunami.
Dia mengakui masyarakat kurang mendapatkan pendidikan dalam kebencanaan.
“Tahun 1992 kenapa banyak korban, antara lain karena masyarakat belum tahu apa itu tsunami dan bagaimana menyelamatkan diri,” tambah dia.
Oleh karena itu, BMKG menyosialisasikan Peta Bahaya Tsunami yang mencakup zona bahaya serta perkiraan waktu kedatangan dan tinggi tsunami berdasarkan pemodelan skenario kejadian terburuk sebagai dasar perencanaan evakuasi hingga penentuan tempat evakuasi sementara maupun tempat evakuasi akhir.
“Waktu tiba tsunami di Kota Maumere itu hanya tiga menit dengan ketinggian tiga meter. Jadi pemahaman waktu tiba tsunami yang baik dapat membantu warga untuk melakukan evakuasi mandiri dengan tepat,” kata Margiono.

Kepala Stasiun Geofisika Kupang Margiono menyerahkan 1 billboard Peta Bahaya Tsunami yang berisikan Peta Bahaya Tsunami pada 3 Kelurahan yakni Kota Uneng, Beru, dan Kota Baru. Peta Bahaya Tsunami ini diterima Asisten Administrasi Umum Setda Sikka Robertus Ray.
Margiono menambahkan Peta Bahaya Tsunami sebagai masukan rencana pembentukan tata ruang wilayah Maumere.
Robertus Ray berterima kasih atas inisiatif Stasiun Geofisika Kupang yang telah membuat Peta Bahaya Tsunami di Maumere. Dia berharap Peta Bahaya Tsunami bisa dibuat untuk setiap desa yang rawan tsunami.
Kegiatan sosialisasi dibuka secara resmi Asisten Administrasi Umum Setda Sikka Robertus Ray. Dia didampingi Kepala Stasiun Geofisika Kupang Margiono, dan Kepala BPBD Sikka Yohanes Baptista Laba.
Robertus Ray pada kesempatan itu berharap terciptanya sinergisitas antarinstitusi dalam melaksanakan tugas-tugas kebencanaan.
“Tugas kita adalah membantu masyarakat yang mengalami bencana. Kita harus tetap semangat, bersinergi, bergandengan tangan sehingga masyarakat merasa aman dan nyaman,” ajak dia.
Selain sosialisasi Peta Bahaya Tsunami, pada kesempatan tersebut juga disosialisasikan Desa Tangguh Bencana (Destana) oleh Kepala BPBD Sikka.*** (eny)















