1 Tersangka TPPO di Sikka Belum Diproses, Jaringan HAM: Dia Tidak Kebal Hukum

Avatar photo

- Redaksi

Selasa, 7 Maret 2023 - 09:54 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

Dibaca 27 kali
facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Beberapa pekerja pub di Kota Maumere, diketahui berusia di bawah 17 tahun, tengah diamankan di shelter TRuK beberapa waktu lalu

Beberapa pekerja pub di Kota Maumere, diketahui berusia di bawah 17 tahun, tengah diamankan di shelter TRuK beberapa waktu lalu

Maumere-SuaraSikka.com: Jaringan HAM Sikka memastikan 1 orang tersangka tindak pidana perdagangan orang (TPPO) di daerah itu hingga kini belum menjalani proses hukum.

Ketua Perkumpulan Tim Relawan Untuk Kemanusiaan (TRuK) Suster Fransiska Imakulata SSpS menyampaikan hal ini kepada Kapolres Sikka AKBP Nelson Filipe Dias Quintas, Senin (6/3) di Mapolres Sikka.

Suster Fransiska Imakulata mengatakan ada 3 tersangka yang ditetapkan Polda NTT terkait kasus 17 anak di bawah umur yang dipekerjakan pada 4 pub di Kota Maunere.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Dua tersangka sudah menjalani proses hukum. Hanya 1 yang belum. Dia tidak kebal hukum, jadi harus juga segera diproses hukum,” ujar Suster Fransiska Imakulata.

Suster Fransiska Imakulata (kiri) sedang audiens dengan Kapolres Sikka AKBP Nelson Filipe Dias Quintas, Senin (6/3)

Melihat adanya tindakan perlakuan diskriminasi, Suster Fransiska Imakulata meminta Kapolres Sikka berkoordinasi dengan Polda NTT agar segera memroses hukum tersangka TPPO dimaksud.

Henny Hungan, aktifis TRuK mengaku prihatin atas proses hukum kasus 17 anak di bawah umur yang terjadi di Maumere beberapa waku lalu.

Baca Juga :  Dua Korban Gempa Bumi di Palue Jalani Perawatan di Tenda Darurat RSUD TC Hillers Maumere

Rasa prihatin itu, alasan dia, karena 3 tersangka yang ditetapkan, tetapi hingga kini hanya 2 tersangka saja yang menjalani proses hukum.

Dia juga mendesak Polda NTT agar segera memroses hukum 1 tersangka, sehingga ada rasa keadilan bagi tersangka dan publik.

Kapolres Sikka saat itu juga langsung memerintahkan Kasat Reskrim Polres Sikka AKP Nyoman Gede Arya Triyadi Putra untuk berkoordinasi dengan Subdit 4 Renakta Ditreskrimum Polda NTT.

Sebagaimana diketahui, Subdit 4 Renakta Ditreskrimum Polda NTT, Senin (14/6/2021), berhasil membongkar kasus eksploitasi 17 anak di bawah umur. Mereka dipekerjakan pada sejumlah pub di Maumere.

Para anak pekerja pub yang diamankan yakni 3 anak dari 999 Pub, 5 anak dari Sasari Pub, 1 anak dari Libra Pub, dan 8 anak dari Bintang Pub.

Mereka rata-rata berusia di bawah 18 tahun. Bahkan ada yang berusia 14 tahun. Dua di antara mereka dalam keadaan hamil. Sebagian besar berasal dari Karawang, Cianjur, dan Jakarta.

Baca Juga :  Wali Kota Kupang Serahkan Bantuan Rp 200 Juta dan 500 Paket Sembako untuk Korban Gempa di Sikka

Setelah mengamankan 17 anak pekerja pub, sejak Selasa (15/6/2021) Polda NTT menitipkan anak-anak tersebut ke shelter milik TRuK.

Empat di antaranya yakni 3 anak dari 999 Pub dan 1 anak dari Libra Pub, dikabarkan kabur dari shelter, Minggu (27/6/2021) dinihari.

Kuat dugaan mereka memanjat tembok dan meloloskan diri. Polisi menemukan sebuah tangga di balik tembok. Diduga tangga tersebut sengaja disiapkan oleh orang lain.

Penyidik Subdit 4 Renakta Ditreskrimum Polda NTT kemudian menetapkan 3 orang tersangka. Ketiganya adalah pemilik pub, yakni R pemilik Sasari Pub dan Bintang Pub, F pemilik Libra Pub, dan A pemilik 999 Pub.

Dua tersangka yakni R dan F sudah menjalani proses hukum dan kini sedang menjalani hukuman penjara. Sementara tersangka A sama sekali belum menjalani proses hukum.*** (eny)

Berita Terkait

Fenomena Langka! Gempa Susulan Flores Nyaris 10 Ribu Kali, Mengapa Sesar Lain Ikut “Terbangun”?
Jello Sadipun Harumkan Sikka di Kejurnas Tarung Derajat, Sabet Emas dan Petarung Favorit Terbaik
Meski Masa Tanggap Darurat, Sekolah di Sikka Mulai Tatap Muka, Prioritaskan Keselamatan dan Fokus Hilangkan Trauma
Status Tanggap Darurat Gempa Bumi Tektonik di Sikka Diperpanjang Hingga 11 September 2026
Kemdikti Gratiskan UKT 5.000 Mahasiswa Terdampak Gempa NTT
Ruang Tunggu Ambruk, 3 Orang Meninggal Dunia, PMKRI Maumere Desak Audit Forensik Pelabuhan Laurens Say
Rehab-Rekon Pascagempa Bumi di Sikka, Golkar Serukan Pakai Bantuan Presiden Rp 20 Miliar, BTT Jangan Diganggu
Sikka Fokus 4 Pilar Capai Target Pajak Daerah

Berita Terkait

Selasa, 1 September 2026 - 19:26 WITA

Fenomena Langka! Gempa Susulan Flores Nyaris 10 Ribu Kali, Mengapa Sesar Lain Ikut “Terbangun”?

Senin, 31 Agustus 2026 - 12:32 WITA

Jello Sadipun Harumkan Sikka di Kejurnas Tarung Derajat, Sabet Emas dan Petarung Favorit Terbaik

Minggu, 30 Agustus 2026 - 10:42 WITA

Meski Masa Tanggap Darurat, Sekolah di Sikka Mulai Tatap Muka, Prioritaskan Keselamatan dan Fokus Hilangkan Trauma

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 23:13 WITA

Status Tanggap Darurat Gempa Bumi Tektonik di Sikka Diperpanjang Hingga 11 September 2026

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 21:41 WITA

Kemdikti Gratiskan UKT 5.000 Mahasiswa Terdampak Gempa NTT

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 12:13 WITA

Rehab-Rekon Pascagempa Bumi di Sikka, Golkar Serukan Pakai Bantuan Presiden Rp 20 Miliar, BTT Jangan Diganggu

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 10:05 WITA

Sikka Fokus 4 Pilar Capai Target Pajak Daerah

Jumat, 28 Agustus 2026 - 11:56 WITA

Wali Kota Kupang Serahkan Bantuan Rp 200 Juta dan 500 Paket Sembako untuk Korban Gempa di Sikka

Berita Terbaru

Sebuah rumah warga di Kecamatan Palue Kabupaten Sikka rusak berat diguncang gempa bumi tektonik Sabtu (15/8) lalu

Bencana Alam

Kemdikti Gratiskan UKT 5.000 Mahasiswa Terdampak Gempa NTT

Sabtu, 29 Agu 2026 - 21:41 WITA