Maumere-SuaraSikka.com: Fraksi Partai Golkar DPRD Sikka menilai kasus dugaan tindak pidana korupsi dana belanja tidak terduga (BTT) TA 2021 di Kantor BPBD Sikka, mulai menghilang dari pantauan publik.
Padahal, kata Ketua Fraksi Partai Golkar Antonius Hendrikus Rebu, kalau mau jujur, kasus korupsi BTT merupakan suatu kejahatan yang sangat tinggi, karena ada orang yang memanfaatkan situasi merampok uang rakyat di saat rakyat sedang dirundung duka akibat Covid-19.
Seiring dengan itu, Ketua Fraksi Partai Golkar Antonius Hendrikus Rebu meminta pemerintah setempat, khususnya Kejaksaan Negeri Sikka yang saat ini menangani kasus korupsi BTT agar membuka secara terang benderang dan transparan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Supaya publik tahu ke mana dana BTT mengalir,” ujar Antonius Hendrikus Rebu melalui Pemandangan Umum Fraksi atas Pidato Pengantar Bupati Sikka tentang LKPJ Akhir Tahun 2022, Selasa (21/3) malam.
Senada dengan itu Fraksi Partai Nasdem mendorong agar Kejaksaan Negeri Sikka mengusut tuntas kasus korupsi BTT apabila ada indikasi tersangka lain sebagai wujud dari langkah-langkah peradilan hukum yang pasti dan benar di Kabupaten Sikka.
Kejaksaan Negeri Sikka telah menetapkan 4 tersangka dalam kasus dugaan korupsi BTT. Sementara ini Kejaksaan Negeri Sikka masih terus melakukan pemeriksaan tambaham kepada sejumlah saksi.*** (eny)















