




Maumere-SuaraSikka.com: Basarnas secara nasional menggelar Siaga SAR Khusus menjelang peringatan Hari Raya Idul Fitri. Hal ini dikarenakan jumlah pemudik diperkirakan meningkat drastis pada tahun ini.
Siaga SAR Khusus akan dilaksanakan selama 20 hari, dimulai dari 13 April 2023 hingga 3 Mei 2023.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Diperkirakan puncak arus mudik terjadi pada 19-21 April 2023, sedangkan puncak arus balik gelombang pertama pada 24-25 April 2023, dan gelombang kedua pada 30 April-1 Mei 2023.

Sebagai momentum awal, dilaksanakan apel gelar pasukan dan alat angkut secara serentak pada Kantor Pencarian dan Pertolongan pada semua kabupaten/kota, Kamis (13/4).
Di Kabupaten Sikka, apel gelar pasukan dan alat angkut dilaksanakan di Kantor Pencarian dan Pertolongan Maumere di Jalan Don Slipi Kekurahan Wolomarang Kecamatan Alok Barat.
Apel gelar pasukan dan alat angkut Siaga SAR Khusus Angkutan Lebaran dipimpin Kepala Subseksi Sumber Daya Karel Roni Ileng.
Seluruh karyawan Basarnas Maumere hadir dalam apel. Tampak hadir juga 17 potensi SAR yang telah mendapatkan sertifikat water rescue dan MFR (Medical First Responder).
Pada kesempatan itu Karel Roni Ileng membacakan sambutan Kepala Basarnas Marsekal Madya TNI Henri Alfiandi.
Henri Alfiandi memperkirakan tahun ini terdapat 123,8 juta warga masyarakat yang akan melaksanakan aktifitas perjalanan mudik ke kampung halaman dengan moda transportasi darat, laut, dan udara.
“Jumlah pemudik ini meningkat sebesar 44,79 persen dibanding Lebaran pada tahun sebelumnya,” ujar dia.

Menurut Marsekal Madya TNI Henri Alfiandi peningkatan jumlah pemudik disebabkan oleh beberapa faktor.
Dia menyebut setelah meredanya pandemi Covid-19, pemerintah telah mencabut PPKM sehingga tidak ada lagi larangan atau pembatasan perjalanan bagi warga yang akan melaksanakan mudik Lebaran, baik dalam maupun luar negeri.
Faktor lain, kata dia, yakni kemampuan ekonomi masyarakat juga sudah membaik. Apalagi adanya libur dan cuti bersama.
“Ini antara lain yang menyebabkan animo masyarakat untuk melaksanakan tradisi mudik ke kampung halaman tahun ini cukup tinggi,” ujar dia.
Kondisi ini, lanjut Marsekal Madya TNI Henri Alfiandi, berpotensi menyebabkan terjadinya kedaruratan luar biasa.
Dia menyebut kemacetan lalu lintas ekstrim di ruas-ruas jalan tol yang dapat mengancam keselamatan pemudik di jalan raya, mengingat arus mudik didominasi moda transportasi darat.

Di sisi lain, tambah dia, BMKG memperkirakan masih akan terdapat curah hujan dan gelombang tinggi pada beberapa wilayah di Indonesia yang dapat memicu bencana hidrometeorologi, seperti banjir, longsor dan angin kencang di sepanjang rute mudik.
“Hal tersebut tentu juga berdampak kepada keselamatan transportasi selama masa mudik Lebaran, khususnya potensi kecelakaan kapal di wilayah yang padat pelayaran seperti di pelabuhan-pelabuhan penyeberangan,” ungkap Kepala Basarnas.
Menyikapi hal ini, Kepala Basarnas menegaskan pihaknya mengantisipasi terjadinya kondisi kedaruratan selama masa angkutan Lebaran.
Siaga SAR Khusus, kata dia, dengan menempatkan personil dan alut pada lokasi-lokasi strategis yang rawan kecelakaan dan bencana. Basarnas akan bersinergi dengan Kementerian/Lembaga terkait.

70 Personil
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Maumere Mexianus Bekabel melalui Kepala Subseksi Sumber Daya Karel Roni Ileng menjelaskan pihaknya akan melibatkan 70 personil dalam Siaga SAR Khusus Angkutan Lebaran.
Seluruh personil siaga, rinci dia, terdiri atas 50 personil Basarnas Maumere, 7 personil Pos SAR Manggarai Barat, 5 personil Unit Siaga SAR Ende, 4 personil Unit Siaga SAR Lembata, dan 6 personil Pos SAR Alor.
“Kami akan konsentrasi pada sejumlah titik seperti pelabuhan laut, bandara, tempat keramaian, dan lokasi wisata. Juga nanti akan ada mobilng,” ujar Karel Roni Ileng usai apel gelar pasukan dan alat angkut.
Pada momen apel pagi tadi, Karel Roni Ileng juga menyematkan pita siaga kepada personil Siaga SAR Khusus yang diwakili Rusiadi dari Tim Rescuer dan Putri Aruma Sari, pegawai perencanaan.*** (eny)

















