Busyet! Kerja Hampir 1 Tahun, Ruas Jalan Kei-Riit di Sikka Belum Selesai, Rp 7,5 Miliar Sia-Sia

Avatar photo

- Redaksi

Senin, 15 Mei 2023 - 18:20 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

Dibaca 175 kali
facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Proyek ruas jalan Kei-Riit senilai Rp 7,5 miliar lebih, kualitas pekerjaannya diragukan (foto: istimewa)

Proyek ruas jalan Kei-Riit senilai Rp 7,5 miliar lebih, kualitas pekerjaannya diragukan (foto: istimewa)

Maumere-SuaraSikka.com: Pekerjan ruas jalan Kei-Riit di Kecamatan Nita Kabupaten Sikka, hingga kini belum selesai. Padahal proyek senilai Rp 7.572.259.000 ini dikerjakan sudah hampir 1 tahun.

Idealnya proyek ini dikerjakan selama 180 hari, sebagaimana informasi yang terlihat pada papan proyek. Namun faktanya proyek ini sudah dilaksanakan selama 360 hari atau hampir 1 tahun.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Papan informasi proyek ruas jalan Kei-Riit

Pada papan informasi proyek, terekam proyek ini dikerjakan oleh CV Enam Bersaudara, dengan tanggal kontrak 13 Desember 2021. Jangka waktu pelaksanaan selama 180 hari, atau hingga 8 Juli 2022.

Pejabat Pembuat Komitmen Fred Djen yang dihubungi via WhatssApp, Senin (15/5) belum memberikan keterangan. Sepertinya pesan singkat belum dibaca.

Kepala Bidang Bina Marga Dinas PUPR Sikka Silvester Iku mengatakan mestinya secara ideal proyek tersebut berakhir pada Juli 2022. Dia sendiri kurang tahu apa alasannya sehingga proyek yang bersumber dari Dana PEN tersebut masih dikerjakan hingga sekarang.

Baca Juga :  Jello Sadipun Harumkan Sikka di Kejurnas Tarung Derajat, Sabet Emas dan Petarung Favorit Terbaik

“Ini bukan kewenangan saya untuk menjelaskan,” ujar dia sangat hati-hati, Senin (15/5).

Menurut yang dia tahu, setelah tanda tangan kontrak, proyek ini baru mulai dikerjakan pada Maret atau April 2023. Dia tidak menyampaikan apa alsasan sehingga tiga sampai bulan tidak ada aktifitas pekerjaan.

Data yang terekam pada Bidang Jalan dan Jembatan, pekerjaan ruas jalan Kei-Riit telah mencapai 95,19 persen, dengan realisasi keuangan mencapai 90,44 persen.

Pater Vande Raring

Sebelumnya, Pater Vande Raring, seorang warga Kabupaten Sikka mengeluhkan kualitas pekerjaan ruas jalan Kei-Riit. Dia prihatin dengan pekerjaan yang menurutnya terbengkelai.

“Saya saksikan sendiri, ruas jalan ini dikerjakan sepotong-potong. Ada hotmix, lalu lubang-lubang, hotmix lagi, lubang-lubang lagi,” jelas Pater Vande Raring kepada sejumlah wartawan di Maumere, Senin (15/5).

Dia mengaku setiap bulan ke Desa Bloro, dan melewati ruas jalan tersebut. Sehingga secara kasat mata, dia mengikuti perkembangan pekerjaan ruas jalan ini.

Pater Vande sering kali mengkritisi pekerjaan jalan ini melalui postingan di media sosial.

Baca Juga :  Sikka Fokus 4 Pilar Capai Target Pajak Daerah

Kritik konstruktifnya lebih tertuju kepada fungsi pengawasan wakil-wakil rakyat di DPRD Sikka. Tapi sejauh ini, ujar dia, tidak ada respon.

Ini penampakan salah satu bagian ruas jalan Kei-Riit

“Kemarin saya ke Bloro lagi. Saya posting lagi di media sosial. Sedikit lebih tajam dan tendensius. Ada reaksi dari Ketua DPRD Sikka. Beliau chat saya, lalu bilang mungkin hanya orang yang diduga sakit jiwa yang merasa tidak puas. Ahhh, ini kan lucu. Bisa jadi beliau yang sakit jiwa, sehingga mati rasa terhadap fakta dan realitas,” ujar Pante Vande Raring.

Pater Vande Raring berharap DPRD Sikka sebagai representasi rakyat di daerah itu benar-benar menjalankan fungsi kontrol.

Pada bagian lain media ini mendapat informasi bahwa volume pekerjaan ruas jalan ini sepanjang 6 kilometer. Masih tersisa 700 meter yang belum diaspal. Rencananya, Selasa (16/5) besok, kontraktor pelaksana akan menghampar aspal pada sisa pekerjaan.*** (eny)

Berita Terkait

Fenomena Langka! Gempa Susulan Flores Nyaris 10 Ribu Kali, Mengapa Sesar Lain Ikut “Terbangun”?
Jello Sadipun Harumkan Sikka di Kejurnas Tarung Derajat, Sabet Emas dan Petarung Favorit Terbaik
Meski Masa Tanggap Darurat, Sekolah di Sikka Mulai Tatap Muka, Prioritaskan Keselamatan dan Fokus Hilangkan Trauma
Status Tanggap Darurat Gempa Bumi Tektonik di Sikka Diperpanjang Hingga 11 September 2026
Kemdikti Gratiskan UKT 5.000 Mahasiswa Terdampak Gempa NTT
Ruang Tunggu Ambruk, 3 Orang Meninggal Dunia, PMKRI Maumere Desak Audit Forensik Pelabuhan Laurens Say
Rehab-Rekon Pascagempa Bumi di Sikka, Golkar Serukan Pakai Bantuan Presiden Rp 20 Miliar, BTT Jangan Diganggu
Sikka Fokus 4 Pilar Capai Target Pajak Daerah

Berita Terkait

Selasa, 1 September 2026 - 19:26 WITA

Fenomena Langka! Gempa Susulan Flores Nyaris 10 Ribu Kali, Mengapa Sesar Lain Ikut “Terbangun”?

Senin, 31 Agustus 2026 - 12:32 WITA

Jello Sadipun Harumkan Sikka di Kejurnas Tarung Derajat, Sabet Emas dan Petarung Favorit Terbaik

Minggu, 30 Agustus 2026 - 10:42 WITA

Meski Masa Tanggap Darurat, Sekolah di Sikka Mulai Tatap Muka, Prioritaskan Keselamatan dan Fokus Hilangkan Trauma

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 23:13 WITA

Status Tanggap Darurat Gempa Bumi Tektonik di Sikka Diperpanjang Hingga 11 September 2026

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 21:41 WITA

Kemdikti Gratiskan UKT 5.000 Mahasiswa Terdampak Gempa NTT

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 12:13 WITA

Rehab-Rekon Pascagempa Bumi di Sikka, Golkar Serukan Pakai Bantuan Presiden Rp 20 Miliar, BTT Jangan Diganggu

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 10:05 WITA

Sikka Fokus 4 Pilar Capai Target Pajak Daerah

Jumat, 28 Agustus 2026 - 11:56 WITA

Wali Kota Kupang Serahkan Bantuan Rp 200 Juta dan 500 Paket Sembako untuk Korban Gempa di Sikka

Berita Terbaru

Sebuah rumah warga di Kecamatan Palue Kabupaten Sikka rusak berat diguncang gempa bumi tektonik Sabtu (15/8) lalu

Bencana Alam

Kemdikti Gratiskan UKT 5.000 Mahasiswa Terdampak Gempa NTT

Sabtu, 29 Agu 2026 - 21:41 WITA