
Maumere-SuaraSikka.com: Komisi 2 DPRD Sikka berang, gara-gara pernyataan Bupati setempat Fransiskus Roberto Diogo yang menyebut DPRD Sikka lebih mementingkan anggaran pokir dari pada anggaran untuk penanganan rabies.
Anggota Komisi 2 dari Fraksi Partai Gerindra, Fransiskus Stephanus Say mengaku terganggu dengan pernyataan tanpa dasar itu. Akibat pernyataan tersebut, ujar dia, nama lembaga DPRD Sikka menjadi tercoreng.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Dia lalu mempertanyakan pendasaran pernyataan Bupati Sikka. Karena buat dia, Dinas Pertanian sebagai mitra Komisi 2 tidak pernah bicara soal anggaran rabies selama pembahasan RAPBD Tahun 2023.
“Kapan kita bicara soal anggaran rabies?” tanya dia saat rapat kerja bersama Dinas Pertanian, Rabu (17/5).
Ketua Fraksi Partai Gerindra ini menduga ada pembisik yang menyampaikan informasi keliru kepada Bupati Sikka.
“Siapa pembisik? Nama kami rusak di luar,” ujar Fransiskus Stephanus Say.
Dia lalu menegaskan bahwa pokok-pokok pikiran juga merupakan kegiatan yang diperuntukkan bagi kepentingan rakyat.
“Tidak ada satu rupiah pun yang masuk ke kantong kami,” singgung dia tentang dana pokir.
Masih tentang pernyataan Bupati Sikka, Ketua Komisi 2 Alfridus Melanus Aeng juga melampiaskan kekesalannya.
“Kapan itu usulan anggaran untuk rabies?” timpal wakil rakyat empat periode itu.
Alfridus Melanus Aeng menegaskan bahwa APBD Sikka 2023 resmi ditetapkan pada 23 Desember 2022. Selama pembahasan RAPBD 2023, tidak ada pembahasan anggaran rabies.
“Kalau ada telaahan staf, nah dokumen itu sampai tidak ke Komisi 2? Kami mau cari tahu itu, sehingga jangan asal buat pernyataan,” tegas dia.
Simon Subandi Supriadi, anggota Komisi 2 dari Fraksi PKB menduga jangan sampai ada telaahan staf, tapi dokumen tersebut “parkir” di Bapelitbang Sikka sebagai perencana program kegiatan.
“Bisa saja Dinas usulkan, tapi tidak terakomodir di Bapelitbang. Mestinya ngotot ke sana, bukan malah bilang DPRD tidak pentingkan anggaran rabies,” ujar dia.
Terbongkar
Debatabel terkait pernyataan tendensius Bupati Sikka yang menyebut DPRD Sikka lebih pentingkan anggaran pokir dari pada anggaran rabies akhirnya terbongkar.
Kepala Dinas Pertanian Yohanes Emil Satriawan di depan Komisi 2 mengaku terjadi salah pengertian yang mengakibatkan kekeliruan dalam penyampaian.
Dia menjelaskan bahwa Kepala Bidang Kesehatan Hewan menginformasikan ada usulan anggaran rabies yang dikaji melalui telaahan. Dokumen telaahan staf ditujukan kepada Bupati Sikka, dan ditembuskan ke DPRD Sikka.
Mirisnya telaahan staf yang ditujukan kepada Bupati Sikka, tertanggal 27 Desember 2022. Fakta ini menggambarkan bahwa telaahan staf disampaikan setelah penetapan APBD Sikka TA 2023.
“Jadi ada salah pengertian. Saya mohon maaf atas ketidaknyamanan ini. Kalau ada kekeliruan, itu adalah kekeliruan kami,” ungkap Kepala Dinas Pertanian.
Terkait pernyataan bahwa DPRD Sikka lebih mementingkan anggaran pokir, Kepala Dinas Pertanian menegaskan dia tidak tahu menahu, karena pihaknya tidak pernah menyampaikan hal tersebut.
Ketua Komisi 2 Alfridus Melanus Aeng menimpali penjelasan Kepala Dinas Pertanian yang dia anggap telah menjawab pernyataan tendensius Bupati Sikka.
“Kalau tanggal 27 Desember 2022, berarti APBD 2023 sudah diketuk. Ini jelas-jelas pernyataan sepihak dari Bupati,” tangkis Alfridus Melanus Aeng.
Politisi santun dan kritis ini mendorong DPRD Sikla secara kelembagaan memanggil Bupati Sikka, sehingga hubungan kemitraan eksekutif dan legislatif tidak membias terlalu jauh.
Sebelumnya, dalam rapat koordinasi dengan para Camat se-Kabupaten Sikka, Dinas Pertanian, dan RSUD TC Hillers Maumere, Selasa (9/5) di Maumere, Bupati Sikka Fransiskus Roberto Diogo menjelaskan bahwa untuk mencapai 70 persen vaksinasi anjing di Kabupaten Sikka, maka perlu anggaran pengadaan vaksin.
Pemerintah sudah mengajukan usulan anggaran, namun tidak disetujui DPRD Sikka.
Bupati Sikka mengatakan berdasarkan laporan Kadis Pertanian, usulan anggaran pengadaan rabies sudah disampaikan berulang-ulang kepada DPRD Sikka melalui pembahasan di Komisi 2.
Namun anggaran pengadaan vaksin didrop dan kemudian dialihkan untuk pokir-pokir anggota DPRD Sikka.*** (eny)




















