
Maumere-SuaraSikka.com: Koperasi Simpan Pinjam (KSP) Sembilan Nusantara tergolong baru di Kabupaten Sikka. Aktifitas baru berjalan 6 bulan. Anggota terdaftar baru.21 orang.
Meski baru hadir, Sembilan Bersaudara Nusantara tidak mau kalah gertak dengan KSP lain yang tumbuh berkembang di Kabupaten Sikka.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT

Ketua KSP Sembilan Bersaudara Marianus Petrus Klaver berkeyakinan koperasi ini akan berkembang terus dari waktu ke waktu.
Bersama pengurus dan manajemen operasional, dia bertekad terus mengembangkan Sembilan Bersaudara Nusantara.
“Kami semua pekerja lapangan, jadi setiap saat kami akan promosikan koperasi ini, setidaknya untuk warga masyarakat di Kecamatan Nele,” ujar Marianus Petrus Klaver.
Keyakinan dan tekad itu diaplikasikan dengan menggelar Rapat Anggota Tahunan, Rabu (24/5) di Enak Desa Nele Urung Kecamatan Nele.
RAT Perdana ini menghadirkan sejumlah elemen dari pengurus, pengawas, manajemen operasional, anggota, termasuk calon-calon anggota.
Bupati Sikka Fransiskus Roberto Diogo yang dijadwalkan membuka RAT, kemudian berhalangan. RAT Perdana akhirnya dibuka Administrasi Umum Setda Sikka Robertus Ray.
Pada kesempatan acara pembukaan RAT Perdana, Marianus Petrus Klaver meminta dukungan pemerintah agar Sembilan Bersaudara Nusantara boleh mendapatkan status berbadan hukum.
“Kami baru jalan 6 bulan, belum berbadan hukum. Mungkin ini yang kami mohon pemerintah melalui Dinas Koperasi bisa bimbing kami,” pinta dia.

Robert Ray pada saat itu mengapresiasi keberanian KSP Sembilan Bersaudara.Nusantara yang meski sebagai pra koperasi telah menggelar RAT Perdana.
“Tidak semua pra koperasi berani gelar RAT. Padahal mestinya seperti ini. Biar baru, tapi kelihatan ada aktifitas. Karena itu pemerintah patut apresiasi atas semangat ini,” ujar dia.
Sebagai koperasi baru, Robert Ray menyebut Sembilan Bersaudara Nusantara laksana bayi. Dia mengingatkan agar koperasi bayi ini dirawat baik-baik sehingga bisa tumbuh dan berkembang sebagaimana prinsip dan tujuan didirikan koperasi ini.
Agar tumbuh dam berkembamg baik, Robert Ray berharap seluruh pengurus, pengawas, manajemen operasional dan anggota saling membangum kerja sama yang baik.
Robert Ray juga menjawabi permintaan Marianus Petrus Klaver terkait badan hukum koperasi. Dia mendorong koperasi ini secepatnya berbadan hukum dengan melengkapi berbagai persyaratan.
Kepala Seksi Kelembagaan dan Pengawasan Koperasi Dinas Perdagangan Perindustrian Koperasi UKM Rudolfis M Raja yang dihubungi terpisah, menyebut beberapa persyaratan.
Persyaratannya antara lain anggorta minimal 9 orang, memiliki AD/ART, memiliki modal minimal Rp 15 juta, memiliki administrasi organisasi,
melaksanakan kegiatan usaha, memiliki rencana kerja, memiliki pengurus dan pengawas, serta memiliki sarana kerja.
Hingga saat ini KSP Sembilan Bersaudara Nusantara memiliki simpanan pokok Rp 2,1 juta, simpanan wajib Rp 5 juta, dan piutan sebesar Rp 31,8 juta.*** (eny)




















