
Maumere-SuaraSikka.com: Modus penjebolan rekening bank di Kabupaten Sikka, sepertinya makin canggih saja. Warga masyarakat diminta selalu waspada dan hati-hati.
Kasus penjebolan rekening BNI milik Dwi Kartini Tahir, bisa menjadi salah satu indikasi canggihnya modus penjebolan rekening di daerah miskin seperti ini.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Bayangkan, kartu ATM ada pada pemiliknya. Begitu juga nomor PIN ATM tidak pernah dikasih ke orang lain.
Anehnya, dia justeru kehilangan uang Rp 20 juta, yang dikeruk maling dari 3 mesin ATM yang terletak pada lokasi berbeda di Kota Maumere.
“Saya rasa aneh, kartu ATM ada di saya. Nomor PIN hanya saya yang tahu. Bagaimama bisa rekening saya jebol?” tanya dia bingung.
Kasus rekening jebol ini terjadi pada 19 Maret 2023 hingga 11 April 2023. Dwi Kartini Tahir baru sadar pada 12 April 2023 ketika hendak menarik uang. Dia kaget melihat saldo rekeningnya berkurang jauh.
Saldo terakhir pada 19 Maret 2023 sebelum rekeningnya dijebol pelaku yakni Rp 52.967.161. Hingga pada posisi 12 April 2023, saldo sudah berubah menjadi Rp 33.851.869.
Dari data rekening koran, pelaku pembobol rekening melakukan 20 kali penarikan. Penarikan pertama kali dilakukan di ATM Bersama yang terletak di depan Makodim Sikka.
Dwi Kartini Tahir sudah melaporkan kasus ini ke Polres Sikka. Dia berharap polisi secepatnya membekuk pelaku penjebolan rekening.
Menurut dia, polisi bisa melacak melalui CCTV yang dipasang pada lokasi mesin ATM, baik di depan Makodim Sikka, Rezeki Express dan Kantor BNI.
Bahkan, dia sempat mendapatkan potongan rekaman CCTV dari ATM di Kantor BNI. Pada lokasi ini, kata dia, tergambar jelas wajah penjebol rekening yang tengah melakukan penarikan uang.*** (eny)




















