
Maumere-SuaraSikka.com: Menko Polhukam Mahfud MD menyebut Indonesia kini menjadi darurat tindak pidana perdagangan orang (TPPO). Dua orang korban meninggal dalam sehari.
NTT menjadi salah satu propinsi dengan jumlah kasus terbanyak TPPO. Data menunjukkan 55 orang pulang dalam bentuk mayat.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Sangat darurat. Laporan kemarin sejak tahun 2020-2021 sampai 2022 jumlahnya 1.900 mayat pulang ke Indonesia,” ungkap Mahfud MD kepada wartawan di Rumah Frans Seda di Lekebai Kecamatan Mego Kabupaten Sikka, Rabu, (31/5).
Dia menambahkan, dari data yang ada, paling banyak dari NTT yakni 55 TPPO meninggal dan dipulangkan dalam bentuk mayat.
“Itu yang kita punya data. Dan kita tidak boleh diam,” ungkap Mahfud MD.
Mahfud MD membeberkan pola-pola TPPO, seperti banyak yang diperas tenaganya dan tidak digaji.
“Ini bentuk perbudakan, orang diperlakukan bukan sebagai manusia, diperas tenaganya tidak digaji. Kalau sakit ya dibiarkan sampai akhirnya banyak yang dipulangkan,” ujar dia.
Korban TPPO asal NTT misalnya, banyak juga yang paspornya keluar dari propinsi lain.
“Dan lucunya misalnya orang tinggal di NTT tapi paspornya keluar di Pontianak atau di Blitar, itu jelas sindikat. Nanti kita lihat itu,” ujar dia.
Langkah Pemerintah
Mahfud MD mengatakan sebelum berangkat ke Maumere, Presiden Joko Widodo memanggilnya dan menginstruksikan pemberantasan TPPO.
Untuk itu, kata dia, pemerintah sudah menyiapkan sejumlah langkah tindak lanjut, baik jangka pendek maupun jangka panjang.
“Iya kita akan melakukan semacam langkah-langkah tertentu untuk NTT dan daerah lain yang menjadi basis TPPO,” jelas dia.
Dia menyebut pada akhir bulan Presiden Joko Widodo akan mengumpulkan para menteri dan melakukan perubahan Perpres tentang Perubahan Struktur Satgas TPPO. Nantinya Kapolri akan menjadi Ketua Harian Satgas.*** (eny)




















