
Maumere-SuaraSikka.com: Sebanyak 34 paket pekerjaan di Dinas PUPR Kabupaten Sikka yang bersumber dari dana pinjaman daerah, belum diselesaikan. Hingga 31 Mei 2023, progress 34 proyek ini belum mencapai 100 persen.
PT SMI yang mengucurkan dana pinjaman daerah Rp 216 miliar lebih kepada Pemkab Sikka, memberikan batas waktu pelaksanaan pekerjaan hingga 31 September 2023, sebagaimana tertuang dalam dokumen perjanjian kerja sama.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Kepala Dinas PUPR Sikka Fred Djen merincikan 34 proyek yang belum selesai dikerjakan terdiri dari 22 paket konstruksi, 1 pengadaan barang, dan 11 jasa pengawasan. Jika ditotalkan, nilainya mencapai Rp 44.867.514.194.
Untuk pengadaan barang, jelas dia, paket Pengadaan Mobil Bor Air senilai Rp 2.372.142.927, seharusnya sudah mencapai 100 persen.
“Mobil bor air sudah ada di Maumere, tinggal serah terima saja,” ujar Fred Djen saat rapat dengar pendapat bersama DPRD Sikka, Selasa (13/6).
Begitu juga untuk 11 paket jasa pengawasan, menurut Fred Djen, harusnya sudah mencapai 100 persen pada tahun 2022. Namun karena masih ada paket pekerjaan yang belum mencapai 100, pihaknya meminta tetap dilakukan pengawasan.
Dari 34 paket yang belum mencapai 100 persen, dikelompokkan 9 paket dengan realisasi fisik di bawah 50 persen, dan 25 paket berkisar antara 51 persen hingga 98 persen.
Data yang dihimpun media ini, dari 9 paket pekerjaan dengan realisasi fisik fo bawah 50 persen, terdapat beberapa paket pekerjaan yang realisasi fisiknya sangat mengenaskan.
Fred Djen menambahkan Dinas PUPR Sikka mengelola 139 paket pekerjaan dengan nilai kontrak sebesar Rp 162.360.951.109. Dia menyebut 105 paket sudah mencapai 100 persen.
Rapat dengar pendapat dipimpin Ketua DPRD Sikka Donatus David didampingi Wakil Ketua DPRD Sikka Yoseph Karmianto Eri.
Selain Kadis PUPR Sikka Fred Djen, rapat dihadiri juga Sekretaris Dinas Kesehatan Dokter Mercy Parera dan Sekretaris BPKAD Putu Botha.
RDP berlangsung selama 7 jam sejak pukul 11.00 Wita, dengan skors makan siang pada pukul 14.00 Wita sampai 15.00 Wita.
Berikut 34 paket proyek yang belum mencapai 100 persen:
1. Pembangunan Sumur Bor Air Desa Koting B, dikerjakan CV Sumber Mujizat, nilai Rp 690.387.000, realisasi fisik 16,10 persen.
2. Bantuan Sumur Bor Desa Iantena, dikerjakan CV Soegianto Tirta Makmur, nilai 958.800.000, realisasi fisik 7,57 persen.
3. Pembangunan Sumur Bor Desa Wairblerer, dikerjakan CV Mega Express, nilai Rp 991.592.728, realisasi fisik 6,67 persen.
4. Pembangunan Sumur Bor Desa Wolonwalu, dikerjakan CV Nusatama Raya, nilai Rp 899.000.000, realisasi fisik 88,00 persen.
5. Pembangunan Sumur Bor Pulau Pemana, dikerjakan CV Tridaya Perkasa, nilai Rp 993.000.000, realisasi fisik 40,00 persen.
6. Pembangunan Sumur Bor Desa Ipir, dikerjakan CV Tridaya Perkasa, nilai 999.454.000, realisasi fisik 60,00 persen.
7. Jasa Pengawasan Pembangunan Jaringan Air Minum Pedesaan Pagu Anggaran Konstruksi di atas 10m Paket 1, dikerjakan PT Konindo Panorama Konsultan, nilai Rp 550.580.360, realisasi fisik 90,00 persen
8. Pembangunan Jaringan Air IKK Kec Paga, dikerjakan CV Varanus Cipta Perkasa, nilai 4.205.065.378, realisasi fisik 0,04 persen.
9. Pembangunan Jaringan Air Minum Heopuat, dikerjakan CV Nusa Tama Raya, nilai Rp 732.555.000, realisasi fisik 80,00 persen.
10. Jasa Pengawasan Pembangunan Jaringan Air Minum Pedesaan Pagu Anggaran Konstruksi di atas 10m Paket 2, dikerjakan CV Hatari Gest Mandiri, nilai Rp 560.898.360, realisasi fisik 95,00 persen.
11. Perluasan Jaringan Air Bersih Detung Likong, dikerjakan CV GP Trio Mandiri, nilai Rp 442.520.000, realisasi fisik 83,97 persen.
12. Pembangunan Jaringan Air Minum IKK Nita, dikerjakan CV Araya Bina Konstruksi, nilai Rp 3.535.704.375, realisasi fisik 76,68 persen.
13. Pembangunan Jaringan Air Minum Bersih Dusun Baokrenget, dikerjakan CV Mayano, nilai Rp 415.642.611, realisasi fisik 57,50 persen.
14. Peningkatan Jaringan Air Bersih IKK Nele, dikerjakan CV Paradise, nilai Rp 1.779.954.000, realisasi fisik 78,00 persen.
15. Jasa Pengawasan Pembangunan Jaringan Air Minum Pedesaan Pagu Anggaran Konstruksi di atas 10m Paket 3, dikerjakan CV Archilogic, nilai Rp 536.261.792, realisasi fisik 85,00 persen.
16. Jaringan Air Minum Wolomapa Desa Nangatobong, dikerjakan CV Putra Buton, nilai Rp 257.824.763, realisasi fisik 87,73 persen.
17. Jasa Pengawasan Pembangunan Jaringan Air Minum Pedesaan Pagu Anggaran Konstruksi di atas 10m Paket 4, dikerjakan PT Cipta Wahana Nusantara Kupang, nilai Rp 559.309.520, realisasi fisik 90,00 persen
18. Penyediaan Air Bersih Teknologi Watergen Desa Semparong, dikerjakan CV Putra Timor, nilai Rp 2.294.420.005, realisasi fisik 8,00 persen.
19. Pengadaan Mobil Bor Air, dikerjakan CV Bella Karya Konstruksi, nilai Rp 2.372.142.927.
20. Pengawasan Jalan Paket 1, dikerjakan CV Dwipa Mitra Konsultan
579.488.000, realisasi fisik 98,09 persen.
21. Pembangunan Jalan Patimoa-Arawawo, dikerjakan CV Eveline, nilai 5.039.289.000, realisasi fisik 78,34 persen.
22. Peningkatan Jalan Kei-Riit, dikerjakan CV Enam Bersaudara, nilai Rp 7.572.159.000, realisasi fisik 95,19 persen.
23. Peningkatan Jalan Nita-Riit, dikerjakan CV Balista Timor Perkasa, nilai Rp 1.311.237.000, realisasi fisik 57,16 persen.
24. Pengawasan Jalan Paket 2, dikerjakan PT Sarana Bangun Nusa Engineering, nilai Rp 584.020.000, realisasi fisik 95,00 persen.
25. Pembangunan Jalan Lingkar Pulau Besar, dikerjakan CV Triofa Perkasa Sejati, nilai Rp 1.626.000.000, realisasi fisik 35,85 persen.
26. Peningkatan Jalan Hale-Kilawair, dikerjakan CV Araya Bina Konstruksi, nilai Ro 2.779.927.000, realisasi fisik 75,00 persen.
27. Pengawasan Jalan Paket 3, dikerjakan CV Saba Consult, nilai Rp 584.009.360, realisasi fisik 95,09 persen.
28. Pengawasan Jalan Paket 4, dikerjakan CV Hasta Perkasa Engineering, nilai Rp 283.382.000, realisasi fisik 89,64 persen.
29. Peningkatan Jalan Nangablo-Hagarahu, dikerjakan CV Balista Timor Perkasa, nilai Rp 934.035.000, realisasi fisik 0,61 persen.
30. Pengawasan Jalan Paket 5, dikerjakan PT Dwipa Mitra Konsultan, nilai 162.081.700, realisasi fisik 98,00 persen.
31. Pengawasan Jalan dan Bangunan Pelengkap, dikerjakan CV Gunatama Desain, nilai Rp 589.515.300, realisasi fisik 97,00 persen.
32. Pemeliharaan Jalan Riidetut-Hewokloang, dikerjakan CV Dharma Bakti Jaya, nilai Rp 1.432.101.000, realisasi fisik 84,28 persen.
33. Pengawasan Jalan Paket 6, dikerjakan CV Hasta Perkasa Engineering, nilai Rp 74.662.000, realisasi fisik 64,95 persen.
34. Pembangunan Jembatan Arat Desa Heopuat, dikerjakan CV Talula, nilai Rp 320.422.015, realisasi fisik 85,00 persen.*** (eny)




















