

Maumere-SuaraSikka.com: TNI AD terus melakukan perekrutan warga sipil menjadi Tentara Nasional Indonesia. Akses ini mendapat respon baik, termasuk anak-anak muda di Kabupaten Sikka.
Dalam beberapa tahun terakhir ini, sejalan dengan kesempatan yang lebih terbuka bagi anak-anak daerah, setidaknya terdata sudah 10 anak muda Kabupaten Sikka yang berhasil direkrut menjadi tentara. Mereka ditempatkan pada wilayah tugas di daerah itu.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Jumlah yang berhasil, masih sangat sedikit jika dibandingkan dengan antusias anak muda Kabupaten Sikka mengikuti proses rekrutmen.
Setiap kali dibuka pendaftaran, minat menjadi tentara tidak terbendung. Pendaftaran bisa mencapai kurang lebih 100 orang.
Mirisnya pada tahun 2022, tidak ada satu pun anak muda dari Kabupaten Sikka yang lolos. Awalnya banyak di antara mereka yang berhasil lolos pada seleksi tahap pertama di Kodim Sikka,. Namun setelah itu tereliminir pada seleksi tahap-tahap berikutnya.
Dandim Sikka Letkol Czi Setiawan Nur Prakoso Utomo mengaku prihatin dengan kondisi ini. Padahal, dia berharap sekali anak-anak muda di daerah itu semakin banyak menjadi tentara nasional Indonesia.
Ketika silaturahmi dengan para awak media di Kabupaten Sikka, Jumat (23/6) di Aula Makodim Sikka, Mantan Komandan Batalyon Zeni Tempur (Danyon Zipur) 9 Kostrad ini membuka sedikit kiat-kiat agar lolos dalam proses rekrutmen.
Setiap calon tentara, pesan dia, harus benar-benar mengikuti persyaratan yang dibutuhkan. Dia memberi contoh, misalnya ukuran tinggi badan.
“Misalnya kita tanya berapa tinggi badan, ternyata banyak juga yang tidak tahu. Nah, ini gimana, berarti tidak siap,” ungkap dia.
Dandim Sikka menegaskan setiap calon tentara agar serius mempersiapkan diri. Menurut dia, banyak yang tidak lolos karena tidak ada persiapan.
“Tidak lulus karena tidak siap. Kalau ada persiapan pasti lolos,” ujar dia yakin.
Seperti apa persiapan yang dia maksudkan, Dandim Sikka belum mau membocorkan.
“Persiapan seperti apa? Datang saja ke Kodim, nanti kita sharing,” ujar dia.
Tanpa Pungut Biaya
Dandim Sikka Letkol Czi Setiawan Nur Prakoso Utomo memastikan pendaftaran calon tentara nasional Indonesia, tanpa pungut biaya.
Pernyataan ini sekaligus menepis berbagai informasi dan keraguan publik akan adanya pungutan dalam pendaftaran dan proses rekrutmen.
“Daftar TNI tidak dipungut biaya. Satu sen pun tidak ditarik,” tegas dia.
Dia mengimbau jika ada informasi pungutan pada pendaftaran dan proses rekruitmen di Kabupaten Sikka, bisa melaporkan kepada dirinya.
“Kalau ada yang berani pungut, itu oknum. Ini penyakit lama, harus diberantas,” tegas dia.
Calon tentara, jelas dia, pasti akan mengeluarkan biaya, tetapi untuk kepentingan diri sendiri, misalnya kelengkapan administrasi, transportasi, juga konsumsi.*** (eny)















