
Maumere-SuaraSikka.com: Seorang oknum polisi sepertinya terprovokasi dengan aksi yang dilakukan PMKRI Maumere di depan pintu gerbang Kejaksaan Negeri Sikka, Jumat (4/8).
Polisi ini secara diam-diam mendadak menyirami massa aksi dengan air.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Penanganan aksi model ini memicu kemarahan. Ketua PMKRI Maumere Jakobus T Horang menyebut tindakan tersebut sebagai perilaku tidak beretika.
Awalnya massa aksi bersikeras semua mereka masuk ke dalam Kantor Kejaksaan Negeri Sikka. Mereka tidak sependapat dengan tawaran hanya perwakilan 3 orang saja.
Sambil terus melakukan koordinasi, massa aksi kemudian mengambil 2 buah ban motor bekas, lalu meletakkan di jalan menuju pintu gerbang.
Polisi mewanti-wanti dengan meminta agar massa aksi menyingkirkan ban motor. Namun massa aksi berkelit bahwa aksi mereka tidak anarkis.
Massa aksi kemudian membakar ban motor. Mereka lalu mengelilingi ban motor terbakar untuk menghalangi upaya polisi yang hendak memadamkan api.
Di tengah ketegangan ini, mendadak oknum polisi menyirami massa aksi dengan air. Ban yang terbakar pun padam.
Massa aksi kian tersulut emosi. Mereka membakar lagi ban motor untuk kedua kalinya.
Kali ini mereka sengaja tidak melindungi ban motor yang terbakar. Kurang lebih 15 menit sesudahnya seorang sekuriti Kejaksaan Negeri Sikka memadamkam api dengan air.
Tidak ada aksi perlawanan dari aktifis PMKRI Maumere. Mereka justeru mengapresiasi sambil membandingkan model penanganan aksi yang dilakukan oknum polisi.
Massa aksi PMKRI Maumere gagal bertemu Kepala Kejaksaan Negeri Sikka Fatoni Hatam. Mereka menolak bertemu dengan Kepala-Kepala Seksi di lembaga itu.
“Kami ingin ketemu Kajari, bukan kacung-kacung,” tegas Ketua PMKRI Maumere.
Setelah gagal bertemu Kejari Sikka, massa aksi akhirnya meninggalkan Kantor Kejaksaan Negeri Sikka. Mereka berencana dalam waktu dekat ini akan turun aksi lagi.*** (eny)















