


Maumere-SuaraSikka.com: Ada hal aneh yang terjadi pada diri Bupati Sikka Fransiskus Roberto Diogo. Dia dikritik anggota DPRD Sikka, malah tanggapan dan reaksi dalam bentuk anarkis.
Bupati Sikka menghamburkan semua barang yang ada di atas meja. Cangkir air minum dan gelas kopi terjatuh ke lantai paripurna DPRD Sikka, hingga pecah berkeping-keping.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Begitu juga dos tisu dan toples makanan ringan semuanya “terbang” ke lantai paripurna.
Peristiwa ini terjadi pada Senin (4/9) di ruang paripurna DPRD Sikka. Saat itu sedang dilakukan rapat dengar pendapat (RDP) antara DPRD Sikka dan masyarakat Desa Mahebora dan Desa Nirangkliung. Bupati Sikka hadir dalam RDP.
RDP terkait masalah pekerjaan proyek peningkatan jalan Nangablo-Hagarahu di Kecamatan Nita.
Pasalnya proyek yang dikerjakan CV Balista Timor Perkasa senilai Rp 934.035.000 itu, realisasi fisik baru mencapai 0,61 persen.
Bupati Sikka sepertinya tersinggung dengan pendapat dan pikiran Yosef Nong Soni, anggota DPRD Sikka dari Fraksi Partai Nasdem.
Yosef Nong Soni mengkritisi kualitas pelaksanaan proyek-proyek yang bersumner dari dana pinjaman daerah.
Menurut dia, masih banyak proyek yang bermasalah dan berpotensi tidak bisa selesai, salah satu faktor karena lemahnya kontrol yang dilakukan Bupati dan Wakil Bupati.
Belum selesai Yosef Nong Soni bicara, tiba-tiba Bupati Sikka melakukan tindakan anarkis yang memalukan dan mencoreng wajah demokrasi.*** (eny)















