


Maumere-SuaraSikka.com: Rapat Dengar Pendapat antara DPRD Sikka dan warga masyarakat Desa Mahebora dan Desa Nirangkliung, Senin (4/9), berujung kepada tindakan pelecehan terhadap lembaga perwakilan rakyat itu.
Bupati Sikka Fransiskus Roberto Diogo yang duduk bersebelahan dengan Ketua DPRD Sikka Donatus David, tiba-tiba emosi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Secara spontan dia menghambur semua barang yang berada di atas meja, dan jatuh berserakan ke lantai paripurna.
Cangkir air minum pecah. Gelas kopi pun pecah. Sisa kopi berserakan di atas lantai. Dos tisu pindah tempat ke lantai.

Setelah hamburkan barang-barang tersebut, Bupati Sikka dengan wajah marah langsung bangun dari tempat duduknya.
Dia meninggalkan ruang paripurna, kemudian naik mobil, dan keluar dari halaman Kantor DPRD Sikka.
“Jangan bias ke tempat lain,” ujar Bupati Sikka sambil berlalu keluar ruang paripurna.
Reaksi emosional Bupati Sikka ini terjadi pada saat anggota Fraksi Partai Nasdem Yosef Nong Soni sedang memberikan pendapat.
Yosef Nong Soni berpendapat tentang masalah
peningkatan jalan Nangablo-Hagarahu yang dipersoalkan masyarakat.
Pada kesempatan itu dia juga mengkritisi kualitas mekanisme pelelangan proyek-proyek di Kabupaten Sikka.
Ketua DPRD Sikka meminta Yosef Nong Soni memberikan pendapat substantif sesuai masalah yang sedang dibahas dalam RDP.
Sempat terjadi debat antara Ketua DPRD Sikka dan Yosef Nong Soni. Tiba-tiba Bupati Sikka emosi dan bereaksi di luar kontrol.*** (eny)















