“Karena pemimpin di Sikka kan tidak ada komunikasi dengan saya. Yang saya bantu yah karena pemimpinnya komunikasi dengan saya, jadi saya tahu apa yang mereka butuhkan,” jawab dia usai menghadiri Konsolidasi Partai Golkar Kabupaten Sikka, Sabtu (25/11).
Faktor pemimpin yang komunikatif, konsisten, komitmen dan tidak neko sepertinya menjadi harga mati bagi perjuangan Melchias Mekeng.
“Jadi kalau pilih pemimpin, yah pemimpin yang tidak tinggi hati, tidak arogan, tidak penipu tidak berkhianat,” seru dia.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Kabupaten Sikka saat ini dipimpin Penjabat Bupati Adrianus Firminus Parera. Melchias Mekeng mengaku sudah ada komunikasi yang baik antara Penjabat Bupati Sikka dengan dirinya.
“Sekarang sudah ada komunikasi, dan kalau itu saya akan bantu,” ungkap dia.
Melchias Mekeng terakhir membantu Kabupaten Sikka dengan memperjuangkan hadirnya dana PEN senilai Rp 216 miliar.
Namun perjuangan Melchias Mekeng ini kemudian dipolitisasi menjadi perjuangan orang lain. Tak pelak, Melchias Mekeng pun berang dengan upaya-upaya mendiskriminasi dirinya.*** (eny)

Halaman : 1 2















