


Maumere-SuaraSikka.com: Penyidik Reskrim Polres Sikka mulai memeriksa kasus 3.470 kilogram beras bantuan yang diduga digelapkan Kepala Desa Reroroja di Kecamatan Magepanda Kabupaten Sikka.
Pantauan media ini, Rabu (29/11), sebanyak 3 pelapor dugaan penggelapan tiba di Reskrim Polres Sikka sekitar pukul 10.30 Wita. Mereka adalah Gervasius Gapo, Ferdinandus Laka, dan Maria Fatima Laju. Ketiganya didampingi Ketua BPD Legu Woda Rudolfus Paskalis Dhika.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Empat orang ini langsung masuk ke Ruangan Unit Tipikor. Setelah beberapa menit, 3 pelapor keluar dari ruangan.
“Ketua BPD diambil keterangan lebih dulu, kami menunggu,” jawab seorang pelapor.
Hingga berita ini diturunkan, penyidik masih mengambil keterangan Ketua BPD Legu Woda Rudolfus Paskalis Dhika. Belum diketahui keterangan apa saja yang disampaikan mantan politisi Partai Nasdem itu.
Sebelumnya diberitakan, 5 warga masyarakat Desa Legu Woda, Selasa (14/11), mengadukan Kepala Desa Reroroja Kecamatan Magepanda Kabupaten Sikka Florida Yosefina Ndena ke Polres Sikka.
Pasalnya Kepala Desa Reroroja diduga menggelapkan 3.470 kilogram beras bantuan Pensasaran Percepatan Penghapusan Kemiskinan Ekstrim (P3KE) untuk 137 penerima manfaat di Desa Legu Woda.
Kepala Desa Reroroja Florida Yosefina Ndena membantah dugaan tersebut.
Menurut dia, dari 137 penerima beras bantuan, terdapat 46 penerima manfaat yang tidak datang mengambil beras bantuan sebanyak 460 kilogram.
Terhadap beras bantuan sebanyak 460 kilogram yang belum diambil penerima dari Desa Legu Woda, Pemerintah Desa Reroroja mengambil kebijakan baru dengan mendistribusikan kepada masyarakat ekstrim lainnya.*** (eny)



Ikuti Kami
Subscribe












