


Maumere-SuaraSikka.com: Penjabat Bupati Sikka Adrianus Firminus Parera terkesan takut berbicara tentang pembangunan Gedung Utama RS Pratama Doreng. Akibatnya “skandal” proyek ini terus menjadi misteri.
Hal ini terindikasi dari caranya yang selalu menghindar ketika wartawan menanyakan hal ini. Cara dia menghindar dengan jawaban-jawaban diplomatis.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Nanti kita agendakan, undang semua wartawan, yah semacam coffee morning begitu,” jawab Penjabat Bupati Sikka usai rapat paripurna DPRD Sikka, Selasa (21/11).
Penjabat Bupati Sikka lalu mengarahkan Pelaksana Tugas Sekda Sikka Robertus Ray mengagendakan pada Sabtu (25/11).
Rencana keterangan pers pada Sabtu (25/11) batal dilaksanakan. Pelaksana Tugas Sekda Sikka Robertus Ray beralasan pada hari itu Penjabat Bupati Sikka harus mengikuti acara pemakaman Siflan Angi.
“Besok beliau harus ikut pemakaman, jadi kita tunda minggu depan setelah Pa Penjabat pulang dari Kupang,” ujar Robertus Ray, Jumat (24/11).
Pada Senin (27/11), wartawan coba bertanya soal pembangunan RS Pratama Doreng, namun Pelaksana Tugas Sekda Sikka Robertus Ray beralasan soal RS Pratama Doreng sudah diagendakan akan disampaikan Penjabat Bupati Sikka pada Sabtu (2/12).
Rupanya lagi-lagi agenda tersebut batal. Robertus Ray beralasan Penjabat Bupati Sikka sudah menjadwalkan pertemuan dengan para pengusaha pada Sabtu (2/12).
“Pa Penjabat sudah ada agenda pertemuan dengan pengusaha. Nanti kita jadwalkan lagi minggu depan setelah beliau pulang dari Kupang. Tidak perlu hari Sabtu, hari Jumat juga bisa,” terang Robertus Ray.
Dua kali memberikan harapan palsu kepada wartawan di Sikka, menggambarkan Penjabat Bupati Sikka sedang mempraktikkan cara menghindar dan terkesan takut memberikan keterangan yang sesungguhnya tentang pembangunan RS Pratama Doreng.
Proyek RS Pratama Doreng mengalami persoalan serius, terkhusus pada pembangunan gedung utama. Terbetik kabar termin keempat yang diajukan kontraktor pelaksana pada Juli 2023, hingga saat ini tidak dibayar.
Direktur PT Garot Jaya Utama telah melakukan berbagai cara agar pemerintah segera mencairkan termin keempat. Namun pemerintah daerah setempat terkesan masa bodoh.
Hingga kini belum diketahui apa alasan Penjabat Pembuat Komitmen tidak membayar termin keempat.
Pelaksana Tugas Kepala Dinas Kesehatan Sikka Hengki Sali tidak pernah mau memberikan keterangan terkait hal ini. Dia selalu beralasan hanya Penjabat Bupati Sikka yang bisa memberikan keterangan.
Begitu juga Pelaksana Tugas Sekda Sikka Robertus Ray enggan memberikan keterangan apapun terkait RS Pratama Doreng.
“Saya banyak tahu, tapi tidak berhak memberikan keterangan. Langsung ke Penjabat Bupati saja,” ujar Robertus Ray saat pertemuan bersama wartawan tentang Tata Cara Keterangan Pers Pemkab Sikka beberapa waktu lalu.
Belakangan terbetik kabar BPK RI telah memerintahkan pemerintah untuk segera membayar termin keempat sebagaimana permohonan kontraktor pelaksana.
Kabar lain yang diterima media ini, PT Garot Jaya Utama akan menempuh sikap tegas melalui jalur hukum dengan menggugat Pemkab Sikka.*** (eny)



Ikuti Kami
Subscribe












