
Dokter Clara Francis juga mengimbau masyarakat Kabupaten Sikka untuk terus memperhatikan kebersihan lingkungan dan melakukan pemberantasan sarang nyamuk dengan pola 3M.
“Menguras tempat penampungan air, menutup tempat-tempat penampungan air, mendaur ulang berbagai barang yang memiliki potensi untuk dijadikan tempat berkembang biak nyamuk aedes aegypti yang membawa virus DBD pada manusia,” ujar dia.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Menurut Dokter Clara, kondisi cuaca seperti hujan dan panas yang tidak menentu, masih memungkinkan infeksi DBD tetap meningkat.
Pada bagian lain Dokter Asep Purnama mengatakan Angka Bebas Jentik (ABJ) yang rendah, akan membuat upaya fogging tidak efektif. Alasan dia, satu minggu kemudian akan muncul nyamuk baru dari jentik yang berada di berbagai tempat/genangan air.
Karena itu dia menyarankan agar diupayakan ABJ harus lebih dari 95 persen melalui pemberantasan sarang nyamuk (PSN).
“Dan ini harus melibatkan semua pihak, khususnya peran serta masyarakat. Dengan demikian fogging menjadi efektif dan bermanfaat,” ujar dia.
Data yang dihimpun media ini, Sabtu (30/3) hari ini masih terdapat 21 pasien DBD yang dirawat di RSUD TC Hillers Maumere, terdiri dari 7 pasien dewasa dan 14 pasien anak-anak. Sembilan anak di antaranya dirawat di Ruang Melati.*** (eny)
Halaman : 1 2


Ikuti Kami
Subscribe












