
Pada laga final, Uzbekistan kembali mampu mendominasi laga. Mereka mencatatkan penguasaan bola 53 persen dibanding Jepang 47 persen.
Uzbekistan juga tampil menekan dengan mampu melepas 18 tembakan dengan lima mengarah ke gawang. Jepang cuma total melepas delapan tembakan dengan dua on target.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Meski begitu, Jepang bermain disiplin meredam serangan Uzbekistan. Gempuran Uzbekistan tidak ada yang berbuah gol. Jepang yang lebih minim peluang bahkan bisa mencetak gol pada menit akhir.
Anak asuh Go Oiwa yang banyak tertekan, justeru mampu memecah kebuntuan pada masa injury time. Gol bermula dari kinerja apik Kota Takai memotong serangan Uzbekistan di lini tengah. Situasi transisi tersebut berujung sepakan terarah kaki kiri Fuki Yamada yang menembus gawang Uzbekistan.

Uzbekistan sebenarnya punya peluang untuk memaksakan laga ke perpanjangan waktu setelah mendapat hadiah pinalti pada menit ke-90+10. Pinalti diberikan usai wasit Mooud Bonyadifard melakukan tinjauan VAR. Tangan Hiroki Sekine dinilai menyentuh bola tandukan Alisher Odilov di kotak 16 meter. Namun, sepakan Rahmonaliyev bisa dimentahkan secara brilian oleh Leo Kokubo, kiper yang dibina klub Portugal, Benfica B.
Amunisi Uzbekistan sedikit berkurang pada laga final lantaran tidak bisa memainkan Abdukodir Khusanov, Hojimat Erkinov, dan Abbosbek Fayzullaev. Tiga andalan ini kembali ke klub masing-masing usai Uzbekistan mengalahkan Indonesia 2-0 pada babak semifinal.
Halaman : 1 2 3 Selanjutnya


Ikuti Kami
Subscribe












