AHP mengatakan, ketika ditunjuk menjadi anggota Komisi 4, Ansy Lema yang bukan berlatar belakang pendidikan pertanian, secara cepat menunjukan komitmennya sebagai wakil rakyat NTT dan memperjuangkan aspirasi masyarakat untuk menjadikan NTT propinsi yang mampu mengembangkan potensi di bidang Nelayan, Tani dan Ternak (NTT).

“Sebagai pribadi, saya mengenal alumnus Seminari Kisol ini sebagai figur yang ramah, jauh dari sifat arogan. Ansy Lema seorang yang religius, taat beribadah, tetapi juga terbuka dan toleran dalam melihat perbedaan keyakinan,” kesan AHP.
AHP lalu berkisah ketika pada beberapa minggu lalu dia sempat terlibat diskusi dengan Sekjen PDI Perjuangan Hasto Kristianto. Saat itu AHP mengusulkan kepada Hasto Kristianto agar PDI Perjuangan mengusung Ansy Lema sebagai Cagub NTT. Hasto Kristianto pun setuju dan meminta AHP untuk “sounding” pembicaraan tersebut kepada Ansy Lema.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Saya bilang ke Pa Hasto, saat ini Ansy Lema sedang kunjungan kerja Komisi IV DPR RI ke Roma, Vatikan. Mungkin Ansy Lema juga akan ke Vatikan, dan siapa tahu beliau akan bertemu Paus Fransiskus untuk mohon berkat menghadapi Pilkada NTT,” cerita AHP.
Ternyata dugaan AHP benar adanya karena beberapa waktu kemudian dia senpat melihat di Instagram, Ansy Lema sedang audiensi dan mendapat berkat dari Paus Fransiskus.
“Mari bersama gotong royong, kita perjuangkan semoga penugasan PDI Perjuangan utuk Ansy Lema, yang memperoleh berkat dari Paus Fransiskus, membawa berkat juga untuk Propinsi NTT dengan Gubernur-nya yang rendah hati, tetapi enerjik dan komitmen dalam bekerja membangun NTT,” ajak AHP.
Halaman : 1 2 3 Selanjutnya


Ikuti Kami
Subscribe












