Dalam perkembangan kemudian, Ansy Lema juga yang mendorong Marianus Sae mencalonkan diri menjadi Gubernur NTT. Dia beralasan Marianus Sae sudah memberi bukti yang nyata, kerja yang
konkrit dan berhasil di Ngada.
“Waktu itu saya katakan sekarang Kaka harus
berani mengambil tanggung jawab yang lebih besar di Propinsi NTT,” kenang Ansy Lema.
Marianus Sae kemudian menjadi Calon Gubernur NTT Periode 2018-2023, berpasangan dengan Emelia J Nomleni. Kala itu, keduanya diusung PDIP dan PKB. Namun, sehari sebelum penarikan nomor urut calon, Marianus Sae tiba-tiba ditangkap KPK. Emi Nomleni pun akhirnya bertarung sendirian.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Dalam pertemuan tidak sengaja di Bandara El Tari, Ansy Lema mengaku mendapat banyak pesan dari Marianus Sae. Mantan Bupati Ngada itu menginginkan sekali visi dan idealismenya yang terhenti kala itu, dilanjutkan Ansy Lema dan Jane Natalia Suryanto.
“Kaka Marianus berpesan banyak hal, yang merupakan mimpinya yang tidak terwujud, di antaranya terkait pembangunan infrastruktur untuk rakyat. Infrastruktur adalah urat nadi perekonomian rakyat,” ujar Ansy Lema.
Pesan lain, lanjut Ansy Lena, yakni harus memberi perhatian dan kepedulian dan hati kepada kelompok miskin yaitu para petani, peternak dan nelayan. Pesan ini sangat matching dengan karakter Ansy Lema, karena sudah melakukan itu selama menjadi anggota DPR.*** (eny)


Ikuti Kami
Subscribe












