Mengenal Sosok Markus Solo Kewuta, Imam Pendamping Paus Fransiskus

Avatar photo

- Redaksi

Sabtu, 7 September 2024 - 11:38 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

Reporter : Vicky da Gomez Editor : Redaktur Dibaca 1,281 kali
facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pater Markus Solo Kewuta menjadi penterjemah dialiog antara Paus Fransiskus dan Presiden Joko Widodo

Pater Markus Solo Kewuta menjadi penterjemah dialiog antara Paus Fransiskus dan Presiden Joko Widodo

Markus Solo Kewuta, SVD, atau dikenal juga dengan nama Padre Marco, lahir pada 4 Agustus 1968, adalah Pastor Katolik Indonesia. Beliau bersekolah di SDK Lewouran, SMPK Ile Bura Lewotobi, SMAK Seminari San Dominggo Hokeng. Semuanya di Kabupaten Flores Timur, wilayah kelahirannya.

Lahir dalam keluarga Katolik taat, dia melihat kakak sulungnya sedang dalam perjalanan menuju Imamat. Ketika sudah bisa berbicara, Markus kecil memberanikan diri bertanya kepada ayah dan ibu tentang seminari, sekolah kakaknya. Orang tua lalu menjelaskan bahwa itu adalah jenjang panggilan menjadi seorang Imam.

Setiap kali kakaknya pulang berlibur, Markus kecil senantiasa mengagumi kakaknya itu.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Cara bicara, pakaiannya, dan ceritanya menarik sekali,” ungkap Pastor Markus.

Ketertarikan itu semakin menguat dalam diri Markus kecil. Dia mendengar bahwa menjadi seorang Imam haruslah baik dan pintar. Dia pun terdorong untuk giat belajar dan meraih prestasi di sekolahnya. Sejak kecil, meskipun dimanja oleh kedua orangtua, Markus kecil tak hilang semangat berbagi. Dia tumbuh menjadi anak yang ramah dan dermawan.

Panggilannya juga semakin dipupuk kuat oleh kehadiran Pastor Paroki asal Belanda yang juga adalah seorang SVD.

Berita Terkait

NADI JKN, Solusi Jaga Keaktifan Peserta JKN
Sambut HUT ke-81 RI, Asosiasi Penambang Nikel Ajak Perkuat Hilirisasi dan Tata Kelola Mineral demi Wujudkan Negara Adidaya
Jadi Tersangka 3 Kasus Korupsi, Mantan Jampidsus Febrie Adriansyah Belum Ditahan
Program JKN Makin Kuat, Cetak SDM Sehat untuk Indonesia Hebat
Presiden Prabowo Ingatkan Pentingnya Legitimasi Institusi Polri
Putusan MK: Kepala Daerah Tetap Dipilih Rakyat
Semarak HUT ke-58, BPJS Kesehatan Ajak Masyarakat Budayakan Hidup Sehat
PSG Juara Liga Champions 2026
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan Ikuti Kami Subscribe

CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.

Berita Terkait

Selasa, 18 Agustus 2026 - 14:00 WITA

Bupati Sikka Terbitkan Status Tanggap Darurat Bencana Gempa Bumi Tektonik

Selasa, 18 Agustus 2026 - 09:36 WITA

Penempatan Pos Pendamping Nasional di Maumere, Percepat Distribusi Logistik untuk Wilayah Terdampak Gempa

Selasa, 18 Agustus 2026 - 08:45 WITA

Paus Leo XIV Sampaikan Belasungkawa dan Solidaritas untuk Korban Gempa Flores

Selasa, 18 Agustus 2026 - 08:26 WITA

Palue Paling Fatal, 141 Rumah Rusak Berat

Senin, 17 Agustus 2026 - 21:52 WITA

Gempa Hebat di Sikka, 4 Orang Meninggal Dunia

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 12:07 WITA

Lima Orang Tewas Akibat Gempa 7,7 Magnitudo di Flores

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 11:40 WITA

Flores Bergetar Hebat, Gempa 7,7 Magnitudo, 1 Warga Maumere Meninggal Dunia

Jumat, 14 Agustus 2026 - 10:57 WITA

Generasi Ngada Belum Selesai, BMP Flotim Kena Bantai, Dua Tim Berbaur Damai

Berita Terbaru

Sebuah rumah di Kecamatan Palue rusak parah akibat diguncang gempa bumi, Sabtu (15/8)

Bencana Alam

Palue Paling Fatal, 141 Rumah Rusak Berat

Selasa, 18 Agu 2026 - 08:26 WITA

Petugas SAR Gabungan di Maumere evakuasi korban gempa bumi yang tertindih bangunan di Maumere, Sabtu (15/8)

Bencana Alam

Gempa Hebat di Sikka, 4 Orang Meninggal Dunia

Senin, 17 Agu 2026 - 21:52 WITA