Ansy Lema bersama Inge menginjakkan kaki di depan Goa Maria Lourdes Perancis pada 26 Mei 2024. Dia lalu menyanyi dalam hati lagu Bunda Penolong Abadi. Pada wajahmu yang suci. Matamu nampak bening sejuk lembut. Kau pandang para abdimu berdoa. Oh Bunda penolong abadi.
Suasana dingin berkabut. Ansy Lema berdiri dalam hening lalu dengqnqn mantap mendaraskan doa mengenai keputusan untuk maju sebagai Calon Gubernur NTT.
Berkat Bapa Suci
Sepuluh hari sebelum ke Lourdes, Ansy Lema menyempatkan diri menulis surat kepada Vatikan Roma. Dia ingin sekali bisa beraudiensi dengan Paus Fransiskus.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Ansy Lema menulis surat dalam Bahasa Indonesia. Pater Markus Solo Kewuta, SVD, orang Indonesia asal NTT yang sudah sekitar 15 tahun menempati salah satu kedudukan penting di Tahta Suci Vatikan kemudian menerjemahkan dalam Bahasa Italia. Pater Markus Solo belakangan diketahui menjadi penerjemah Paus Fransiskus sewaktu berkunjung ke Indonesia beberapa waktu lalu.
Dengan modal keyakinan, Ansy Lema berharap bisa berjumpa langsung Bapa Suci. Meskipun pada waktu itu dia sendiri mengaku agak pesimis. Apalagi Pater Markus mengatakan bahwa surat yang dikirim hanya bersifat pengajuan saja. Tidak ada jaminan surat permohonan tersebut bisa dikabulkan atau tidak.
“Banyak yang mau beraudiensi dengan Paus Fransiskus. Bahkan, mereka sudah bersurat dari dua tahun sebelumnya atau lebih. Saya dengan modal yakin dan percaya, jika Tuhan berkenan, pasti saya bisa bertemu dengan Paus,” tutur Ansy.
Halaman : 1 2 3 4 5 Selanjutnya


Ikuti Kami
Subscribe












