Pengungsi Gunung Lewotobi di Hikong Meninggal Dunia

Avatar photo

- Redaksi

Kamis, 14 November 2024 - 13:26 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

Reporter : Vicky da Gomez Editor : Redaktur Dibaca 613 kali
facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pengungsi mandiri dari Wulanggitang Flotim meninggal dunia di Desa Hikong Kabupaten Sikka, Kamis (14/11)

Pengungsi mandiri dari Wulanggitang Flotim meninggal dunia di Desa Hikong Kabupaten Sikka, Kamis (14/11)

Maumere-SuaraSikka.com: Seorang pengungsi dampak erupsi Gunung Lewotobi Laki-Laki di Kabupaten Flotim, dikabarkan meninggal dunia pada Kamis (14/11) pagi di Desa Hikong Kecamatan Talibura Kabupaten Sikka.

Pengungsi yang meninggal dunia bernama Etalia Eni Tapun, berusia 67 tahun. Rencananya jenazah akan dikuburkan hari ini juga di Desa Hikong.

Etalia Eni Tapun beralamat di Dusun Balawatang RT/RW 017/007 Desa Nawokote Kecamatan Wulanggitang. Perempuan ini mengungsi mandiri ke Desa Hikong sejak Senin (4/11). Dia tinggal di rumah Damianus Denek di Dusun Natargahar RT/RW 011/003.

Menurut informasi dia mengungsi bersama 2 orang anak laki-laki. Salah satunya sudah berkeluarga, saat mengungsi membawa juga istri.

Baca Juga :  BNPB Komitmen Percepat Proses Rehab-Rekon Pascagempa Bumi Tektonik di Flores, Rumah Rusak Mencapai 77.912 Unit
Sekdes Hikong Masensius Juking

Sekretaris Desa Hikong Masensius Juking yang ditemui di Pos Lapangan Penanganan Pengungsi di Waigete, Kamis (14/11), membenarkan informasi tersebut.

“Iya betul, ada 1 pengungsi dari Balawatang Wulanggitang yang meninggal dunia sekitar jam 4 pagi tadi,” jelas dia.

Berita Terkait

Jangan Jadikan Nusa Tenggara Timur Seperti Irlandia: Sebuah Kajian Sosial-Budaya
Gempa Bumi Tektonik 4,6 Magnitudo Dirasakan di Nagekeo, Tidak Berpotensi Tzunami
Dokumen Persyaratan Sudah Terpenuhi, Ketua Fraksi Partai Gerindra Sikka Desak Definitifkan SD Borablupur
Dinas PKO Sikka Diduga Membiarkan Pungutan di Sekolah
Pernah Hilang Saat Tsunami 1992, Mata Air di Talibura-Sikka Muncul Lagi Usai Gempa Bumi Tektonik
Fenomena Langka! Gempa Susulan Flores Nyaris 10 Ribu Kali, Mengapa Sesar Lain Ikut “Terbangun”?
Jello Sadipun Harumkan Sikka di Kejurnas Tarung Derajat, Sabet Emas dan Petarung Favorit Terbaik
Meski Masa Tanggap Darurat, Sekolah di Sikka Mulai Tatap Muka, Prioritaskan Keselamatan dan Fokus Hilangkan Trauma
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan Ikuti Kami Subscribe

CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.

Berita Terkait

Sabtu, 5 September 2026 - 09:55 WITA

Jangan Jadikan Nusa Tenggara Timur Seperti Irlandia: Sebuah Kajian Sosial-Budaya

Jumat, 4 September 2026 - 08:03 WITA

Gempa Bumi Tektonik 4,6 Magnitudo Dirasakan di Nagekeo, Tidak Berpotensi Tzunami

Jumat, 4 September 2026 - 06:53 WITA

Dokumen Persyaratan Sudah Terpenuhi, Ketua Fraksi Partai Gerindra Sikka Desak Definitifkan SD Borablupur

Kamis, 3 September 2026 - 19:58 WITA

Dinas PKO Sikka Diduga Membiarkan Pungutan di Sekolah

Selasa, 1 September 2026 - 19:26 WITA

Fenomena Langka! Gempa Susulan Flores Nyaris 10 Ribu Kali, Mengapa Sesar Lain Ikut “Terbangun”?

Senin, 31 Agustus 2026 - 12:32 WITA

Jello Sadipun Harumkan Sikka di Kejurnas Tarung Derajat, Sabet Emas dan Petarung Favorit Terbaik

Minggu, 30 Agustus 2026 - 10:42 WITA

Meski Masa Tanggap Darurat, Sekolah di Sikka Mulai Tatap Muka, Prioritaskan Keselamatan dan Fokus Hilangkan Trauma

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 23:13 WITA

Status Tanggap Darurat Gempa Bumi Tektonik di Sikka Diperpanjang Hingga 11 September 2026

Berita Terbaru

Suasana Rapat Badan Anggaran DPRD Sikka, Kamis (3/9)

Daerah

Dinas PKO Sikka Diduga Membiarkan Pungutan di Sekolah

Kamis, 3 Sep 2026 - 19:58 WITA