Itu artinya Christi da Cunha merupakan keturunan etnis Tionghoa yang kedua menjadi anggota DPRD Sikka. Sebelumnya tercatat Christin Lomi, juga dari Partai Demokrat untuk Periode 2019-2024. Ini adalah warna baru dalam dinamika politik, ketika etnis keturunan Tionghoa biasanya lebih fokus dan konsentrasi pada bidang bisnis.
Dan keempat, Christi da Cunha terlahir sebagai anak kembar. Kembarannya juga seorang laki-laki, bernama Marselino Samador da Cunha, biasa disapa Marco.
Saat pelantikan Christi da Cunha, sang kembar berhalangan hadir, karena sedang berada di Jakarta. Hanya tampak kakak sulungnya Romo Ryan da Cunha, dan adik bungsunya Dito da Cunha.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Christi da Cunha bukan merupakan anak kembar pertama yang menjadi anggota DPRD Sikka. Sejarah mencatat Agustinus Proklamasi da Silva (almarhum), pernah menjadi anggota DPRD Sikka dari Fraksi PDI Perjuangan pada Periode 1999-2004. Kembarannya adalah Irianto da Silva, kini aktif sebagai pengurus DPC PDI Perjuangan Kabupaten Sikka.

Usai dilantik, Christi da Cunha langsung menempati kursi empuk wakil rakyat. Ketua DPRD Sikka Stef Sumandi mengutip Santo Yohanes Paulus II dalam Imbauan Apostolik Christifideles Laici menyebut mereka yang memikul tanggung jawab politik tidak boleh melupakan atau meremehkan matra etis prinsip keterwakilan yang diungkapkan lewat imperative bahwa setiap wakil rakyat ambil bagian dalam nasib rakyat dan berjuang untuk menemukan solusi bagi setiap persoalan sosial itu.*** (eny)


Ikuti Kami
Subscribe












